​Anggaran Minim, Komite Sekolah di Kalsel Tetap Tak Boleh Lakukan Pungutan 

618

BANJARMASIN, KK – Ketua PGRI Kalsel, Muhammad Hatta mengimbau agar seluruh guru selalu berupaya memperbaiki kualitas diri meningkatkan mutu pendidikan.

Hal itu disampaikannya saat acara Konferensi Kerja III Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalsel masa bakti XXI di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Jumat (17/3/2017).

Dalam sambutannya Muhammad Hatta mengatakan, biaya pendidikan yang disalurkan melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) masih bersifat terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang ada di sekolah.

“Maka diperlukan sinergi antara pemerintah daerah dan partisipasi pengusaha agar sekolah semakin kuat dan berkualitas, namun tetap tidak boleh melakukan pungutan kepada orang tua siswa,” ujarnya.

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah bukan untuk mewajibkan penarikan dana dari orangtua siswa, tetapi untuk menggali dana dari luar yang sifatnya tidak mengikat demi meningkatkan mutu pendidikan.

Saat ini, lanjut dia, pemerintah kabupaten/kota di Kalsel tetap menerapkan kebijakan menggratiskan biaya pendidikan untuk peserta didik melalui subsidi dana BOS. “Tetapi, jika sekolah ingin maju, jangan mengandalkan dana BOS saja,” kata Muhammad Hatta.

Selain itu, keberadaan dan peran PGRI diharapkannya dapat memberikan kontribusi yang positif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pembangunan dunia pendidikan, dan membawa manfaat kepada masyarakat. mar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here