​Begini Tantangan untuk Para Sineas Banjarmasin

591

BANJARMASIN, KK – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banjarmasin akan menggelar acara yang bertajuk Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) 2017. 

Bekerjasama dengan Forum Sineas Banua (FSB), mereka mengadakan lomba video pendek (Short Video Competition) sebagai rangkaian dari acara tersebut.

Mengusung tema Ayo ke Banjarmasin, kompetisi ini juga dimaksudkan sebagai bentuk promosi pariwisata sekaligus meningkatkan peran serta masyarakat untuk berkontribusi membangun sadar wisata kota Banjarmasin melalui karya video.

Seakan menantang para pegiat atau pembuat video serta film di kota seribu sungai, panitia pelaksana lomba tidak mengatakan nominal angka untuk hadiah pemenang kompetisi yang berlangsung pada 1-16 Maret 2017 itu. 

Dijelaskan Munir Shadikin, Programer FSB sekaligus ketua pelaksana lomba, bahwa penghargaan yang diberikan kepada peserta terpilih tidak didasarkan pada materi hadiah, namun image sebagai video maker dapat terangkat sebagai kontribusi nyata untuk membangun Banua.

“Tentunya hadiah bukan menjadi tujuan dalam kompetisi ini, melainkan isi karya dari video yang dibuat. Karena yang lebih penting adalah karya mereka menjadi daya tarik dan mewakili tema kompetisi ini,” ujarnya dalam jumpa pers yang diadakan di Bengkel Lukis Sholihin Taman Budaya Kalsel, Jumat (3/3/2017).

Sebagai ketentuan, kompetisi tersebut merupakan lomba video pendek dengan format durasi 1-5 menit yang bersifat mengajak atau bercerita tentang Kota Banjarmasin. 

Setelah karya di upload di media sosial Instagram atau Youtube, pendaftaran serta syarat dan ketentuan dapat dibuka melalui website FSB di www.forumsineasbanua.com.

Ia menjelaskan bahwa kategori untuk video yang dilombakan tersebut tidak dibatasi. Namun tetap dianjurkan memakai konten original. hal ini dimaksudkan agar para peserta bebas menuangkan karyanya dalam gaya penyampain masing-masing.

“Seluruh karya yang masuk akan melalui proses penilaian oleh Tim Kurator, Programer, dan Dewan Juri,” tambahnya. 

Proses penilaian demikian dianggap sebagai bentuk format umum dalam menentukan penghargaan untuk mencari karya video yang dapat mewakili tema kompetisi. 

Penghargaan yang diberikan kepada peserta terpilih merupakan bentuk apresiasi yang bersifat seimbang tanpa tingkatan juara. 

Penghargaan, nantinya hanya ada dalam 3 kategori, yaitu ide dan konsep terbaik, sinematografi terbaik, dan teknik editing terbaik. Bahkan, penghargaan tersebut juga dibuat tanpa adanya tingkatan juara.

Ini dimaksudkan agar pemahaman kompetisi yang memakai format tingkatan juara tidak dapat mewakili kekaryaan dalam banyaknya genre video. 

“Festival itu artinya adalah pesta, Ini juga ajakan untuk para sineas banua agar berkarya tanpa berorientasi pada hadiah dalam bentuk materi atau uang,” tutupnya. nfi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here