Rab. Agu 12th, 2020

​Enam Sertifikat Tanah Warga Banjarmasin Ditahan

1 min read

BANJARMASIN, KK – Enam sertifikat warga tidak bisa diserahkan saat acara penyerahan sertifikat tanah Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) 2016 di Kelurahan Pekapuran Raya, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kamis (9/3/2017).

Sebab, enam sertifikat itu masih ditahan oleh Polda Kalsel sebagai barang bukti Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Saber Pungli terhadap oknum pegawai di Kelurahan Pekapuran Raya beberapa minggu lalu.

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Kalsel, Sugeng Riadi, usai acara mengatakan, enam sertifikat terpaksa ditahan selama masa penyelidikan dan persidangan. 

Kemudian akan dikembalikan kepada pemilik setelah proses selesai. “Setelah proses selesai bukti kepemilikan tanah akan langsung diserahkan oleh hakim melalui pengadilan,” ucapnya.

Dijelaskannya, sejauh ini pihaknya telah menetapkan satu orang tersangka berinisial HM, dengan barang bukti uang tunai tiga juta dua ratus lima puluh ribu rupiah serta enam sertifikat warga.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, pembuatan sertifikat melalui jalur Prona tidak dipungut biaya sama sekali. “Gratis tanpa dipungut biaya,” ucapnya.

Dengan adanya progam Prona, ia berharap masyarakat mendapat kemudahan dalam pembuatan sertifikat. 

Di kesempatan yang sama, seorang warga yang mendapatkan sertifikat merasa senang dengan adanya program dari pemerintah tersebut. Sebab menurutnya, ia dimudahkan dan tidak keluar biaya sedikit pun untuk pembuatan sertifikat. “Tanah saya dulu cuma segel, dan sudah ada bangunannya,” kata Kamsiah warga Pekapuran Raya.

Di acara tersebut, ada 116 sertifikat tanah yang diserahkan kepada warga Kelurahan Pekapuran Raya. Rencananya kegiatan yang sama akan dilaksanakan di kelurahan lainnya. bur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.