Rab. Agu 12th, 2020

​Husaini Ingin Perpustakaan Banjarmasin Tak Dipandang Sebelah Mata

2 min read

BANJARMASIN, KK – Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Banjarmasin berencana melanjutkan proyek pembangunan gedung perpustakaan dan arsip kota di lahan eks kantor Kecamatan Banjarmasin Selatan di Jalan RK Ilir, tahun depan.

Digarapnya kembali proyek yang sempat terbengkalai sejak 2013 itu mengingat bangunan perpustakaan dan arsip kota yang ada saat ini kurang representatif.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Banjarmasin, Akhmad Husaini mengatakan, pihaknya sudah membicarakan proses pengajuan kepada Pemkot Banjarmasin, Pemprov Kalsel bahkan hingga ke pusat untuk membantu pembangunan. “Kita sudah berupaya untuk itu, dan ini masih menunggu proses,” ucapnya saat ditemui, Rabu (8/3/2017).

Dijelaskannya, nantinya perpustakaan itu akan dibangun di atas lahan sekitar 2.900 meter persegi. Dengan rencana anggaran Rp20 miliar. “Pada 2013 lalu anggarannya sekitar Rp16 miliar, kalau sekarang kira-kira dua puluh miliar,” imbuh mantan Kepala BKD Kota Banjarmasin tersebut.

Dikatakannya, pembangunan itu merupakan salah satu upaya mereka untuk memajukan perpustakaan di Kota Banjarmasin. Apalagi sebenarnya perhatian dari pemerintah provinsi maupun pusat sangat besar kepada perpustakaan kota. “Kita sudah bicara dengan Bappeda kota maupun provinsi,” tambah dia.

“Sebenarnya mereka mau sekali membantu kita, tetapi dengan keadaan bangunan seperti ini mau di mana menaruh buku,” cetusnya. 

Dijelaskan dia, perencanaan pembangunan yang dulunya di gadang-gadang untuk membangun kantor kearsipan, perpustakaan, dan dokumentasi setinggi tiga lantai itu sudah sejak 2013. 

Tetapi pembangunan terkendala dengan adanya peraturan tidak diperbolehkannya pemerintah daerah melakukan pembangunan perkantoran, karena bisa menimbulkan masalah hukum.

Padahal menurutnya, jika dikaji dengan sungguh-sungguh, pembangunan perpustakaan tidak melanggar hukum. Karena itu merupakan fasilitas yang diperuntukkan bagi masyarakat seperti halnya pembangunan sarana pendidikan, dan kesehatan.

Selain itu, ia mengharapakan perpustakaan dan arsip Kota Banjarmasin bisa maju seperti di kota besar lainnya. Seperti halnya adanya perpustakaan digital yang sudah banyak digunakan di daerah lain. Ia pun ingin Kota Banjarmasin memiliki sarana semacam itu.

“Kemarin kita dapat bantuan mobil perpustakaan keliling dari pusat dan itu sangat diminati. Saya sangat berniat sekali memajukan perpustakaan kota ini, agar jangan dipandang orang sebelah mata lagi,” katanya.

Sementara itu, Wafiq Azizah, siswi SMPN 9 Banjarmasin saat diwawancarai wartawan Kabar Kalimantan saat berada di perpustakaan mengatakan, sering berkunjung ke perpustakaan kota untuk meminjam buku di sana. Sebab, menurutnya di perpustakaan kota bukunya lebih banyak dibandingkan perpustakaan di sekolah. bur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.