Rab. Agu 12th, 2020

​Ibnu: Istilah Swastanisasi Itu Pemahaman yang Salah Besar

1 min read

BANJARMASIN, KK – Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengkritik istilah swastanisasi untuk Rumah Sakit Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin.

“Istilah swastanisasi itu pemahaman yang salah besar,” ungkapnya saat diwawancarai wartawan Kabar Kalimantan di Kelurahan Pekapuran Raya, Kamis (9/3/2017).

Sebab, menurutnya yang ada hanya menggandeng pihak BUMN ataupun swasta yang mau membantu untuk percepatan penyelesaian pembangunan, bukan dari segi pengelolaan rumah sakit.

Itu sesuai usulan dari Ditjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda) dari kementerian dalam negeri, yang merasa jika penyelesaian RS ditargetkan tiga tahun dengan anggaran 180 miliar, sesui dengan penandatangan MoU secara multiyears, yang kemungkinannya tidak akan tercapai.

Mengingat keadaan keuangan negara yang saat ini kurang baik, sehingga Pemerintahan Kota (Pemkot) Banjarmasin disarankan untuk mencari cara lain agar tidak terlalu berharap dengan APBN.

Maka, munculah usulan dari Bangda untuk pembangunan RS menggunakan sistem Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sesuai dengan Peraturan Presiden RI Nomor 38/2015, tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur.

“Munculnya usulan ini bukan dari kita, itu setelah Pemkot berkonsultasi ke Bangda,” kata mantan anggota DPRD Provinsi ini.

Ia menambahkan, usulan itupun juga tentu akan dibicarakan dengan dewan kota terlebih dahulu, agar keputusan yang diambil nantinya tidak mengalami kekeliruan.

“Itu jika bisa terwujud, yang menikmati segera juga masyarakat Kota Banjarmasin,” imbuhnya.

Ibnu menjelaskan kembali, untuk mekanisme pembayaran juga sudah barang tentu akan dibicarakan dengan pihak yang membantu untuk mencari kesepakatannya.

“Untuk pembayaran kita bicarakan nantinya, misal dengan BUMN kita cicil berapa tahun,” ucapnya. bur/ara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.