Rab. Agu 12th, 2020

​Jefrie: Pajak Makan dan Minum di Tempat Hiburan Dinaikkan Itu Wajar 

2 min read

BANJARMASIN, KK – Komisi II DPRD adakan pertemuan dengan pengusaha tempat hiburan terkait akan dinaikkannya tarif pajak makan dan minum di tempat hiburan sebesar 30 persen di Kota Banjarmasin, Jumat (10/3/2017).

Ketua Pansus Raperda pajak, Andi Effedi mengatakan, secara umum pendapatan pengusaha tempat hiburan mengalami penurunan, sehingga meminta kepada DPRD Kota Banjarmasin untuk memberikan keringanan.

“Jadi pada saat Raperda kenaikan pajak ini disampaikan, mereka tidak menolak dengan adanya kenaikan pajak hiburan, tetapi mereka meminta keringanan pajak,” ujarnya. 

Menurut Andi Effendi, pihak Pansus sendiri berkeinginan untuk tidak memberatkan pihak pengusaha dengan peningkatan tarif pajak hiburan. “Kenaikan pajak tidak berefek kepada pengusaha, karena kita punya data,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Selanjutnya ia menyampaikan, pajak hiburan ini sebenarnya tidak naik, tetapi yang akan mengalami kenaikan pajak yaitu makan dan minum di tempat hiburan.

Menurutnya selama ini pajak makan dan minum di tempat hiburan itu terpisah, maka pihaknya dengan Dispenda sepakat untuk menaikkan sama dengan pajak hiburan sebesar 30 persen.

“Kalau sudah ke tempat hiburan, makan dan minun pengunjung akan akan dikenakan pajak hiburan sebesar 30 persen, selama ini pajak makan dan minum hanya sebesar 10 persen di tempat hiburan,” katanya kepada Kabar Kalimantan.

Kemudian dengan diberlakukannya kenaikan pajak makan dan minum di tempat hiburan, menurut Andi Effendi, pihaknya akan melihat ke depan apakah memberatkan pihak pengusaha.

Di pihak lain, Kasubag Peraturan Perundang-undangan Setda Kota Banjarmasin, Jefrie Fransyah yang hadir pada pertemuan itu mengatakan, terkait makan dan minum yang menjadi pelengkap dalam pajak hiburan nantinya akan dikenakan pajak hiburan.

“Saya rasa wajar saja, masyarakat yang ke tempat hiburan bukan untuk makan, jadi logika sudah kena dan segi normatif juga kena,” ujar lelaki yang juga seorang praktisi Brazilian Jiu Jitsu ini.

Menurutnya, di tempat hiburan biasanya pengunjung yang memesan makanan dan minuman itu sangat sedikit. Sehingga kenaikan pajak makan dan minum tidak berimbas kepada pengusaha hiburan.

Pihak pemkot akan melakukan simulasi berdasarkan keterangan dari pengusaha dan data-data yang didapat di lapangan, sehingga akan mengetahui seberapa besar persentase pajak yang diberlakukan nantinya. mar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.