Sen. Agu 3rd, 2020

​Kalsel Masuk 10 Besar Provinsi Penyalur KPR Bersubsidi Terbanyak

2 min read

BANJARMASIN, KK – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaksanakan Rapat Koordinasi Pemetaan Potensi Pembangunan Rumah di Swiss Bellhotel, Jumat (10/3/2017).

Kalsel termasuk dalam sepuluh provinsi penyalur KPR bersubsidi terbesar selain Jawa Barat, Banten, Riau, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Barat. 

Rapat koordinasi bertujuan untuk menyinergikan kebijakan pembiayaan perumahan dengan pemerintah daerah dan para stake holder lainnya dibidang perumahan. Serta mendapatkan data primer rencana pembangunan rumah di provinsi Kalsel dalam rangka keberhasilan program sejuta rumah. 

Untuk mendukung program sejuta rumah yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan, Lana Minayanti memiliki program bantuan pembiayaan perumahan. 

“Bantuan dimaksud meliputi KPR fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), subsidi selisih bunga dan subsidi bantuan uang muka,” ujar Lana Winayanti. 

Selain kebijakan bantuan pembiayaan perumahan, pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan pendukung lainnya dalam mendukung keberhasilan penyedia perumahan dan program sejuta rumah bagi masyarakat.

Kebijakan pendukung tersebut berupa Instruksi Presiden Nomor 3/2016, paket kebijakan ekonomi XIII, dan Peraturan Pemerintah Nomor 64/2016 tentang Pembangunan Perumahan MBR. 

Terkait realisasi penyaluran KPR bersubsidi tahun 2016, provinsi Kalsel telah menyalurkan KPR bersubsidi sebanyak 14.430 unit yang terdiri dari penyaluran KPR FLPP sebanyak 3.198 unit dengan anggaran Rp313,17 miliar.

Penyaluran Subsidi Selisih Bunga (SSB) sebesar 6.146 unit dan penyaluran Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebanyak 3.677 unit dengan anggaran Rp14,7 miliar. 

Sementara itu Lana Winayanti telah menetapkan target bantuan pembiayaan perumahan untuk tahun 2017. 

Target penyaluran KPR FLPP sebanyak 120.000 unit, Rp9,7 miliar, penyaluran SSB sebanyak 225.000 unit, Rp3,7 miliar dan penyaluran SBUM sebanyak 345.000 unit, Rp1,3 miliar.

Lana Winayanti berharap semua pilar yang terkait dengan pembangunan perumahan dan kawasan permukiman seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, pengembang dan masyarakat harus bersinergi agar program sejuta rumah dapat tercapai. ari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.