Kam. Apr 2nd, 2020

​Muhidin Ingin Tuntut Pemkot Banjarmasin Soal RS Sultan Suriansyah

1 min read

BANJARMASIN, KK – Mantan Wali Kota Banjarmasin, Muhidin mengancam menuntut Pemkot Banjarmasin, jika tetap bekerjasama dengan pihak swasta dalam pembangunan RS Sultan Suriansyah.

Wali Kota Banjarmasin periode 2010–2015 itu merasa kecewa dengan adanya wacana itu. Sebab, menurutnya Pemkot Banjarmasin sudah banyak mengeluarkan biaya untuk pembangunan RS yang mulai didirikan sejak 2015 tersebut.

Sehingga, menurutnya, jika pembangunan dilakukan oleh pihak lain, usaha Pemkot Banjarmasin selama ini akan sia-sia. Tak menutup kemungkinan pula akan menimbulkan permasalahan baru. “Kalau aku berhak menuntut, akan aku tuntut itu, ada apa di balik itu,” cetusnya, kepada wartawan Kabar Kalimantan, Senin (12/3/2017).

Ditekankannya, kerjasama pembangunan dengan pihak lain juga menyalahi kesepakatan awal. Ini bisa jadi masalah hukum di kemudian hari. Seperti terjadi pada pengelolaan Pasar Sentra Antasari.

Sebenarnya, ujar Ketua DPW PAN Kalsel ini, pemerintah pusat siap membantu untuk kelengkapan fasilitas dan perlengkapan RS. Sedangkan Pemkot hanya bertugas melakukan pembangunan fisik.

Pemkot Banjarmasin dianggapnya bisa memanfaatkan peluang itu dengan menyelesaikan bagian bangunan, seperti poliklinik secara total, agar dapat difungsikan terlebih dahulu. “Seharusnya pemerintah kota harus mandiri,” tegasnya.

Ia menyarankan, untuk mengatasi permasalahan keterbatasan anggaran, Pemkot Banjarmasin dapat mengurangi alokasi anggaran yang tidak termasuk skala prioritas. 

“Tentu saja cara itu harus dirumuskan terlebih dahulu dengan legislatif, agar dapat dimasukkan dalam APBD perubahan 2017,” tutup dia. bur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.