Rab. Agu 12th, 2020

​Pertumbuhan Penduduk Kalsel Meningkat 

2 min read

BANJARBARU, KK- Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Kemitraan yang dilaksanakan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tingkat Provinsi Kalsel digelar di Hotel Novotel, Rabu (8/3/2017).

Bertujuan dengan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), tingkatkan kualitas manusia yang memiliki karakter bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Serta menjabarkan secara teknis arah kebijakan strategis program KKBPK menuju sasaran, untuk itu perlu peran aktif dari pemangku kebijakan dan mitra kerja dalam bentuk dukungan operasional program, baik tingkat provinsi serta kabupaten/kota. 

Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel H Abdul Haris yang mewakili Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor. 

“Permasalahan kependudukan mencuat kembali sebagai pokok persoalan pembangunan terutama terkait penyebaran penduduk yang tidak merata,” ucap dia.

Komposisi kependudukan yang tidak seimbang antara kuantitas dan kualitas memungkinkan timbulnya problem sosial serta kehidupan masyarakat, seperti kemiskinan, pengangguran, dan permasalahan sosial lainnya. 

Bahkan jumlah penduduk yang terlalu besar akan mengakibatkan peningkatan kebutuhan pangan dan energi sedangkan disisi lain cadangan energi terus berkurang dan lahan untuk produksi pangan juga mengalami penyusutan. 

Laju pertumbuhan kependudukan dikalsel sudah mencapai angka 1,98 persen sedangkan rata-rata nasional hanya sebesar 1,48 persen, baru 10,20 persen pasangan usia subur yang menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang. Bahkan perkawinan di usia muda di daerah kita tertinggi se-Indonesia. 

“Karena itu kita perlu kebersamaan dalam menangani permasalahan kependudukan tersebut dan khusus lagi agar peran kita lebih dioptimalkan,” ucapnya.

Untuk itu program Keluarga Berencana (KB) aktif harus lebih diintensifkan mencanangkan dua anak cukup agar dapat mengurangi jumlah pertumbuhan penduduk dan bahaya penyakit dan dampak yang ditimbulkan dari perkawinan di usia muda menyebabkan angka kematian bayi dan ibu melahirkan. 

Paman Birin berharap tidak pernah putus asa dan selalu memiliki tekad yang kuat untuk mensukseskan program kependudukan dan keluarga berencana yang memiliki arti penting dalam mencapai keberhasilan pembangunan. ari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.