Sen. Mar 8th, 2021

​Rayakan Perbedaan Melalui Pertunjukan

2 min read

BANJARMASIN KK – Sebagai negara majemuk, Indonesia meliki beragam adat dan budaya serta agama yang berbeda. Agama seringkali dianggap sebagai salah satu pemicu dan dalih untuk melakukan kekerasan, sikap intoleransi dan pemaksaan kehendak, atau dilanggarnya hak asasi manusia. 

Dewasa ini, maraknya pergesekan dan perselisihan antar masyarakat tak jarang pula dikaitkan dengan agama sebagai salah satu penyebabnya. Orang-orang telah bergeser dari nilai luhur dan kemurnian agama menjadi panduan mengerikan untuk membuat ketidakharmonisan dalam bermasyarakat dan bernegara. 

Terlepas dari banyaknya peristiwa kekerasan dan intoleransi yang dikaitkan dengan agama, maka kita bisa kembali menengok sejarah besar bagaimana bangsa Indonesia ini berdiri gagah penuh keharmonisan dan perdamaian.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Forum Komunikasi Pemuda Antar Iman (FKPAI) mmencoba menggalakkan kampanye tentang kerukunan antar umat beragama melalui sebuah pertunjukan seni. Acara yang bertajuk Refleksi Awal Tahun Pemuda Antar Iman ke-4 tahun 2017 itu dilangsungkan di Balairungsari Taman Budaya Kalimantan Selatan, Jumat (3/3/2017).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh beberapa gabungan organisasi lintas agama ini bertujuan untuk menyatukan perbedaan umat. Acara tersebut juga dihadiri oleh tokoh-tokoh besar dari lima agama yang ada di Kalimantan Selatan.

Bertemakan “Membingkai perbedaan dalam keragaman”, acara tersebut diawali dengan tarian tradisi sebagai sajian pembuka. kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi dan orasi keagamaan, lalu ditutup dengan pertunjukan teater yang sarat dengan pesan moral yang ingin disampaikan dalam acara tersebut.

“Mengingat indonesia merupakan negara majemuk yang banyak perbedaan, maka kita mengimbau kepada generasi muda agar saling menghormati, dan belajar tentang perbedaan,” kata ketua panitia pelaksana, Mariatul Ulfah. 

Dara yang akrab disapa Ulfah itu menambahkan, sengaja dipilih media Seni karena sasaran kampanye mereka adalah anak muda. Dirinya merasa kesenian baik itu tradisi ataupun modern sangat digandrungi anak muda saat ini. 

Sementara itu ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kalsel, Syarifuddin R mengapresiasi penuh kegiatan tersebut. Dirinya mengatakan tidak mudah untuk menjalin interaksi dan komunikasi terutama bagi para pemain yang notabene berbeda keyakinan. 

“Interaksi selama latihan patut diacungi jempol. Ini merupakan langkah luar biasa dalam membangun sebuah kerukunan,” kata Syarifuddin. mud

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.