​Riam Wangkui, Pesona Wisata Alam di HST

2072

BARABAI, KK – Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) banyak memiliki pesona keindahan alam yang memanjakan mata. Salah satunya di kawasan Pegunungan Meratus yang terletak di Kecamatan Batang Alai Timur. 

Para pecinta alam sudah mafhum betul dengan hal ini. Objek Wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan asal daerah maupun luar daerah bahkan wisatawan luar negeri diantaranya, Desa Juhu, Gunung Halau-halau atau yang disebut Gunung Basar oleh penduduk lokal.

Namun ternyata ada sebuah tempat wisata yang tidak banyak diketahui orang di BAT yang juga tak kalah indahnya dengan Halau-halau. Adalah Riam Wangkui (Air Terjun Wangkui), salah satu tempat wisata yang berada di Desa Mariringan/Maliringan, Batang Alai Timur.

Air Terjun Wangkui juga memiliki pemandangan yang eksotis, ditutupi rerimbunan pohon-pohon sehingga memiliki efek “ray of ligt” (cahaya matahari yang masuk ke tempat tersebut tidak terlalu banyak). Sejuk terasa kalau berada di tempat tersebut.

Selain itu, air terjun tersebut juga jernih, airnya biru dan segar. Tempatnya pun dikeliling batuan alami hasil dari pengendapan beratus tahun lamanya di dalam tanah sehingga memanjakan mata kala memandang tempat tersebut.

Ketinggian air terjun tersebut mencapai 13 meter dari permukaan air di bawahnya dan memiliki lebar dua hingga tiga meter terjunan airnya. Sedangkan kolam di bawahnya memiliki luas empat hingga lima meter persegi.

Kemudian di bawahnya juga ada air terjun kecil. Warga setempat menyebutnya Air Terjun Palamasan, yang diapit batuan mulus yang bisa dijadikan tempat pelosotan. “Sangat aman kalau berkunjung dan mandi di sini. Asalkan bisa berenang dan tentu saja sopan santun,” kata salah satu warga Maliringan.

Sementara itu, Abdul Kadir, mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP Unlam Banjarmasin yang baru pertama kali ke Air Terjun Wangkui mengakui selain mendapatkan kepuasan hati melihat keindahan lokasi air terjun, kesan pertamanya berkunjung ke tempat tersebut membuatnya ingin kembali berkunjung kembali. “Apalagi warganya ramah-ramah dan memberikan kesan yang tak terlupakan bagi saya,” katanya.

Diterangkannya, tak hanya air terjun yang dapat dinikmati di Desa Maliringan tersebut. “Dari perkampungan warga Maliringan, waktu menuju air terjun, kita dapat menikmati pemandangan bukit yang dihamapari hijaunya tanaman padi dan dihiasi pondok bambu para petani,” terang Kadir.

M Mas Adi Yannor, pengunjung asal HST yang juga baru pertama kali ke tempat tersebut mengatakan, meski jarak tempuh dari pusat kota HST yang lumayan jauh, namun pemandang indah yang tersaji di sepanjang perjalanan membuat perjalanan terasa singkat.

“Untuk mencapai air terjun ini kita hanya bisa menggunakan alat transportasi sepeda motor dari pusat kota Barabai, kemudian di teruskan dengan jalan kaki membelah hutan dan kebun warga serta menyeberangi sungai dangkal tanpa jembatan sebanyak 3 kali. Masa tempuh jalan kaki ini hanya sekitar 15 menit dari perkampungan warga Maliringan”, katanya. hnl

Adapun rute perjalanannya sebagai berikut :
1. Dari kota Barabai menuju Birayang (Kecamatan Batang Alai Selatan) kemudian terus menuju Desa Batu Tangga, Kecamatan Batang Alai Timur. Sampai pertigaan antara Desa Batu Tangga, Nateh dan Tandilang (belok kiri menuju desa Nateh) jarak tempuh sekitar 22 kilometer.

2. Dari pertigaan Natih-Tandilang menuju desa Natih sekitar 2,7 kilometer.

3. Desa Natih menuju Manta/Pambakulan sekitar 2,3 kilometer.

4. Dari Manta menuju simpang tiga desa Mindai menuju Muara Hungi sekitar empat kilometer (belok kanan meniti jembatan gantung) menuju dusun Linau yang berjarak sekitar 1,5 kilometer.

5. Kemudian dari Linau menuju Muara Hungi sekitar 1,3 kilometer.

6. Di Desa Muara Hungi ini ada simpang empat, belok kiri menuju Dusun Maliringan dengan jarak tempuh sekitar 4,5 kilometer.

7. Di Dusun Maliringan ini kita parkir sepeda motor di sekitar rumah warga kemudian jalan kaki menuju Air Terjun Wangkui sekitar 15 menit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here