Kam. Apr 2nd, 2020

​Tapal Batas Kalteng-Kaltim Tak Jelas, Konflik Dikhawatirkan Terjadi

1 min read

MUARA TEWEH, KK – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Abri menegaskan masalah tapal batas Kalteng dan Kaltim di Benangin, Kecamatan Teweh Timur harus segera diselesaikan, Senin (20/3/2017).

Sebab, persoalan ini seolah masih buram. Jangan sampai setelah terjadi hal tidak diinginkan baru ribut. “Kalau tidak ada penyelesaian secara tuntas, bisa menjadi konflik yang merambat ke mana-mana,” kata Abri kepada Kabar Kalimantan.

Hal ini, lanjutnya, harus dihindarkan dengan cara semua pihak, baik pemerintah kabupaten sebagai daerah berbatasan langsung, provinsi, dan pemerintah pusat memperhatikan secara serius penyelesaian tata batas Kalteng-Kaltim. 

Dia mempertanyakan, sampai sejauh mana pihak terkait duduk bersama membahas masalah tata batas ini.

Selaku anggota DPRD, Abri mengakui bersama beberapa tokoh dan masyarakat pernah ditugaskan mengurus masalah batas Kalteng-Kaltim ke Kemendagri. Tetapi pada tahapan selanjutnya tidak pernah dilibatkan dan tidak mengetahui prosesnya. 

“Saat di Kemendagri, kami ngotot agar segera diselesaikan. Tapi sekarang, saya tidak tahu sampai di mana tahapan proses, saya bingung,” ujarnya.

Sekadar informasi, sekitar empat bulan warga Desa Benangin I dan II memilih tidur di tenda, sekitar areal PT Bharinto Ekatama (BEK) yang masuk ke wilayah Barito Utara. “Kami mempertahankan apa yang seharusnya menjadi hak Barito Utara dan Kalteng,” jelas penanggung jawab aksi warga Desa Benangin I, Eko. don

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.