​Wacana Swastanisasi RS Sultan Suriansyah Dianggap Tak Berpihak untuk Warga Miskin 

658

BANJARMASIN, KK – Wacana pembangunan Rumah Sakit (RS) Sultan Suriansyah yang akan dikelola pihak swasta, menurut Anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Abdul Muis, tidak berpihak kepada masyarakat yang kurang mampu, Minggu (5/3/2017).

Abdul Muis menyampaikan, pihaknya masih belum bisa menerima wacana pembangunan RS itu dikerjasamakan dengan swasta.

“Karena kita mati-matian dari awal, jadi kami tahu persis bagaimana memperjuangankan pembangunan RS itu bersama pemkot,” ujarnya kepada Kabar Kalimantan.

Dengan adanya wacana swastanisasi, pihak DPRD secara langsung tidak dapat melakukan pengawasan terhadap pengawasan kinerja RS Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin tersebut.

Masyarakat di Kota Banjarmasin saat ini menurutnya, masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan. “Takutnya jika wacana ini terealisasi, dampaknya biaya berobat akan lebih mahal,” jelas dia.

Kemudian Ia mengatakan, menggandeng swasta itu menyimpang dari tujuan awal, dan malah tidak mengakomodir masyarakat kurang mampu dan warga miskin Kota Banjarmasin yang masih tidak terdaftar dalam BPJS Kesehatan.

Padahal menurutnya, dengan adanya BPJS Kesehatan, masyarakat miskin dan tidak mampu dapat mengakses pelayanan kesehatan tanpa perlu memikirkan biaya perawatan terlebih dahulu.

Selanjutnya ia menyampaikan, pembangunan RS Sultan Suriansyah yang membutukan anggaran yang tidak sedikit ini, masih akan berjalan dua tahun lagi.

“Bisa saja tahun depan mampu dianggarkan Rp50 miliar lebih, dan tahun berikutnya bisa diatas Rp70 miliar,” paparnya. mar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here