Sen. Agu 3rd, 2020

​Waduh, Pekerja Asal Minahasa Laporkan Perusahan di Pulpis ke DPRD

1 min read

PULANG PISAU, KK – Anggota DPRD Minahasa Tenggara harapkan perusahaan yang mempekerjakan warga Minahasa buat perjanjian kerja yang jelas, Minggu (19/3/2017).

Seusai melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), kepada wartawan Kabar Kalimantan, Niko Pele anggota DPRD Komisi B Minahasa Tenggara, mengatakan kedatangan pihaknya ke Pulpis untuk menyamakan pendapat.

“Kedatangan kami karena adanya keluhan dari warga kami yang mengeluhkan bekerja di PT BAB tidak sesuai upah,” ujarnya.

Dari keluhan pekerja yang bekerja di perusahaan di Pulpis ini, mereka sangat keberatan karena kerjaan yang begitu berat dan dianggap tidak memiliki perjanjian yang jelas.

“Mereka mengeluhkan DPRD dan pemerintah Minahasa Tenggara dikarenakan dianggap tak diperhatikan tanpa memiliki perjanjian kerja yang jelas,” bebernya.

Bagi politisi PDIP ini, seharusnya pemerintah setempat dapat melakukan pengawasan terhadap perusahaan yang mempekerjakan orang luar sehingga tidak terjadi hal serupa.

Secara terpisah, Farisco Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pulpis mengatakan selama ini pihak perusahaan yang berada di wilayah setempat selalu aktif melaporkan tenaga kerja. “Mereka selalu memberikan laporan dan setiap permintaan dinas selalu dipenuhi terkait ketenagakerjaan,” ujar Farisco.

Sama halnya para pekerja yang ingin pulang kampung, dikatakan dia, pihak perusahaan tidak pernah meminta untuk para pekerja pulang bukan karena kesalahan pihak perusahaan. “Itukan kemauan mereka untuk pulang bukannya pihak perusahaan yang mengusir,” katanya.

Menurut dia, hal yang wajar jika para pekerja merasa tidak sanggup bekerja karena cara bekerja di Pulpis dan di Minahasa Tenggara terasa berbeda. rud

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.