12 Penulis Indonesia akan Diboyong ke LBF 2019

630

KabarKalimantan, Ubud – Dalam gelaran Ubud Writer and Reader Festivel (UWRF) 2018, Komite Nasional Pelaksana Persiapan Market Focus Country London Book Fair 2019 berkesempatan mengumumkan 12 nama penulis yang akan dikirimkan ke pesta buku terbesar di London pada Maret tahun depan.

Ketua Bidang Acara Komite Nasional Indonesia untuk market focus country di LBF 2019 John H McGlyn mengatakan, beberapa di antara penulis tersebut memang dinilai tidak hanya semata-mata karyanya best seller, tapi bagaimana si penulis menyampaikan pesannya dalam tulisan.

Deretan penulis kawakan yang akan menghadiri LBF 2019 adalah Dee Lestari, Leila S Chudori, dan Seno Gumira Ajidarma masuk dalam daftar tersebut. Disusul oleh Agustinus Wibowo, Clara Ng, Faisal Oddang, Intan Paramaditha, Laksmi Pamuntjak, Nirwan Dewanto, Norman Erik Pasaribu, Reda Gaudiamo dan Sheila Rooswitha Putri.

“Pada intinya ada ketertarikan dan rasa ingin tahu yang besar di antara penerbit berbahasa Inggris dan dunia pada konten dari Indonesia. Dengan cara ini, London Book Fair dirancang untuk mendorong agar lebih banyak karya tulis Indonesia yang diterbitkan secara internasional,” ungkapnya kepada penulis, Honeymoon Guesthouse, Jalan Bisma, Ubud.

Baca Juga :   Mau Jadi PNS Berat, 4.773 Dinyatakan Tidak Lulus di Ujian Kompetensi Dasar

Sebagaimana telah diketahui, London Book Fair merupakan bursa buku terbesar yang mempertemukan para penulis dengan para penerbit dari beberapa penjuru dunia. Para penerbit nantinya akan berkesempatan membeli hak untuk menerjemahkan dan menerbitkan hasil karya para penulis.

Kehadiran Indonesia di London Book Fair sendiri didukung penuh oleh Badan Ekonomi Kreatif dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, juga oleh British Council.

“LBF menjadi penting karena bahasa Inggris adalah bahasa utama di dunia. Dan bagi Indonesia kita tak hanya mengirimkan 12 penulis, mungkin akan sampai 13 atau 14 penulis,” tambahnya.

Ia mengaku ingin sekali menampilkan soal diversity Indonesia dan memilih penulis-penulis bagus. Para penulis akan merepresentasikan Indonesia dan menjadi duta besar Indonesia.

Direktur Sastra British Council, Cortina Butler, mengatakan sastra Indonesia mampu menjangkau masyarakat internasional, dan ia senang para penulis berkomitmen menghadirkan isu budaya dan segala hal yang berkaitan dalam kekaryaannya.

Baca Juga :   Ngantri di McDonald’s Banjarmasin, Dijamin Tak Bikin Kaki Pegal

“Ini adalah kesempatan terbaik untuk menyuarakan suara dari fiksi, non-fiksi, puisi, dan kepenulisan kreatif lainnya,” katanya.

Sekadar diketahui, London Book Fair 2019 berlangsung pada 12-14 Maret 2019 di London dan beberapa kawasan lainnya. Indonesia pun menjadi negara Asia Tenggara pertama yang menjadi market focus country LBF.

Ananda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here