PT Arutmin Indonesia Bakal Kesulitan Memperpanjang Izin Tambang Jika Belum Merehabilitasi Eks Tambang

234

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan PT Arutmin Indonesia hingga kini belum sedikitpun menganti rugi  utang tanam atau rehabilitasi eks lahan pinjam seluas 4.000 hektare milik Pemerintah Kalimantan Selatan.

Menurut Hanif, kendati sudah diperingatkan berulang kali, namun tambang  generasi pertama yang sudah beroperasi sejak 1989 lalu ini masih belum sama sekali merehabilitasi lahan bekas galian tambang tersebut.

“Kami sudah berkali-kali mengirimkan surat terkait hal tersebut ke PT Arutmin,” Kata Hanif Faisol Nurofiq saat ditemui usai santap sahur di kediaman Gubernur Kalsel, Rabu (13/6/2018).

Hanif menegaskan, jika PT Arutmin tidak segera merehabilitasi eks lahan pinjam seluas 4.000 hektare itu, peruhasaan akan mendapat sanksi tidak bisa memperpanjang izin tambang.

“Dan hutang itu akan terus ditagih oleh badan negara hingga perusahaan itu sudah berakhir,” tuturnya.

Hanif juga menegaskanakan, akan memberlakukan aturan serupa kepada perusahaan pertambangan yang tidak mematuhi aturan, dan akan menunda perpanjangan  Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH). “Saya rasa, cara itu efektif untuk memulihankan lahan bekas galian tambang secara optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Humas PT Arutmin Indonesia Zainuddin Lubis pernah berujar akan mengikuti segala aturan pemerintah Kalsel, soal rehabilitasi lahan bekas tambang. “Terkait itu, kami sudah memberikan jawaban kepada pemerintah dan ikut apa kata pemerintah,” ucap Zainuddin.

M Rizal Khalqi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here