Sab. Sep 19th, 2020

2017, Pemprov Kalsel Prediksi Angka Pengangguran Turun

2 min read

Kepala Disnakertrans Kalsel, Antonius Simbolon dan Kabaghumas Pemprov Kalsel, Kurnadiansyah (kiri). Redkal.com/ Diananta Putra

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Selatan, Antonius Simbolon, mengatakan ada kemungkinan angka pengangguran turun 1 persen di Kalimantan Selatan pada 2017, seiring membaiknya pertumbuhan ekonomi Kalsel. Sebab, ia melanjutkan, ekspor komoditas yang mulai pulih memacu geliat bisnis ikutan pertambangan batubara dan minyak sawit.

Mengutip data periode Januari-Agustus 2017 di Kalsel, Antonius menyebut angka pengangguran sebesar 3,53 persen dari angkatan kerja sebanyak 2.152.412 jiwa. Ia mengklaim, capaian itu menurun dibanding periode yang sama tahun 2016 sebesar 4 persen dari angkatan kerja sebanyak 2.052.231 jiwa.

“Pengangguran banyak di daerah industri, seperti Banjarmasin dan Tanah Bumbu. Pengangguran 2-3 persen itu masih bagus, enggak bisa dihilangkan, tapi diminimalisir. Saya mengajak semua pihak bersinergi menekan pengangguran, seperti menciptakan wiraswasta dan mencetak SDM yang kompeten,” kata Antonius kepada wartawan di kantor Disnakertrans Kalsel, Kamis (11/10/2017).

Baca Juga :   Nurul Aisturida Beberkan Ciri Kepemimpinan yang Bijak, Salah Satunya ada di Sosok Paman Birin

Di Kalsel, ia melihat ada pergerseran angka pengangguran berdasar pendidikan, dari yang semula didominasi sekolah dasar (SD) ke jenjang sekolah menengah atas (SMA) dan perguruan tinggi. Berkaca dari fenomena itu, Antonius mengatakan, tingkat pendidikan bukan jaminan untuk mendapat pekerjaan.

Mengutip data tahun 2013, misalnya, pengangguran terbuka dari lulusan diploma dan universitas sebanyak 1,75 persen. Angka itu terus merangkak naik ke level 2,29 persen pada 2014, dan 5,24 persen pada 2016. Adapun di tahun 2017, Disnakertrans mencatat penganggur lulusan perguruan tinggi ada kemungkinan turun ke 4,28 persen.

Sementara lulusan PT cenderung banyak menganggur, lulusan SMP/sederajat yang jobless justru menunjukkan penurunan. Tahun 2013, pengangguran terbuka dari lulusan SMP tercatat 2,25 persen dan sempat naik ke level 4,15 persen pada 2014. Menginjak tahun 2016, pengangguran SMP turun ke 2,56 persen.

Baca Juga :   Kalsel Persempit Gerak Perokok Aktif

“Artinya, belum tentu pendidikan jadi jaminan dapat kerja. Kompetensi masih rendah belum link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Banyak lulusan kita belum siap bersaing di lapangan kerja, perlu banyak meningkatkan kompetensi,” ujar Antonius.

Menyusutnya angka pengangguran di tingkat pendidikan rendah itu karena mayoritas penduduk bekerja di sektor pertanian, sehingga tingkat pendidikan penduduk relatif rendah. Selain itu, penduduk yang bekerja masih didominasi sektor informal.

Itu sebabnya, Antonius terus menggencarkan pelatihan berbasis kompetensi di BLK Pemerintah, menggandeng lembaga swasta, dan pemagangan berbasis pengguna. Pihaknya pun berencana menggelar bursa kerja pada 17-19 Oktober 2017 di Gedung Sultan Suriansyah, Banjarmasin.

Ia melibatkan 33 perusahaan dari perbankan, pertambangan, perdagangan, dan kelistrikan. “Sampai saat ini telah terdaftar 1.300 pencari kerja. Pencari kerja belum tentu pengangguran, bisa jadi pencari kerja itu sudah kerja, tapi ingin dapat tempat kerja baru dengan gaji yang lebih tinggi,” kata dia, seraya menambahkan pencari kerja mesti menjaga sikap, kompetensi, dan pengetahuan.

Baca Juga :   52 Perusahaan Tambang Tak Bayar Jaminan Reklamasi, Wakil Rakyat Ingatkan Pemprov Kalsel

DIANANTA PUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.