2017, Penerima Rasta di Balangan Menurun Drastis

289

KabarKalimantan, Paringin– Pemerintah Kabupaten Balangan mencatat ada penurunan angka Rumah Tangga Sasaran-Penerima Manfaat (RTS-PM) beras sejahtera (Rasta) pada 2017. Beras Rasta sebelumnya kerap dinamakan beras miskin (Raskin).

Mengutip data Dinas Sosial Kabupaten Balangan, penerima beras rasta sebanyak 6.759 kepala keluarga pada 2016, sebelum menukik ke angka 6.083 kepala keluarga penerima manfaat pada 2017.

Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Balangan, Ferdy Syaftiawan, mengatakan perubahan data itu atas rekomendasi Kementerian Sosial yang kemudian ditetapkan lewat Peraturan Gubernur Kalsel dan Keputusan Bupati Balangan.

Alhasil, turunnya penerima manfaat diikuti dengan jumlah beras yang mesti disalurkan, dari 1,216 ton pada 2016 menjadi 1,094 ton pada 2017. Celakanya, Ferdy menemukan silang data penerima manfaat beras rasta di lapangan. Sebab, kata Ferdy, ada keluarga miskin yang semestinya menerima rasta, justru tidak menerima haknya.

Sadar atas temuan itu, ia bergegas melakukan verifikasi ulang data penduduk sesuai kondisi lapangan. “Kini datanya sudah kami kirim untuk dijadikan data baru penerima rasta,’’ ujar Ferdy saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/8/2017).

Namun, ia tidak ingat detail berapa angka usulan perubahan data penerima itu. Ferdy sudah menyiapkan dana pendistribusian rasta hingga tingkat desa seiring keluh-kesah kepala desa. Menurut Ferdy, pendistribusian raskin atau rasta sebelumnya cuma sampai tingkat kecamatan.

“Jadi tidak ada alasan lagi para kepala desa untuk malas mendistribusikan rasta ke warga, apalagi menaikkan harga beras rasta dengan alasan biaya angkut,” kata Ferdy Syaftiawan.

Ia menegaskan harga beras rasta tetap senilai Rp 26.000 per 15 kilogram. Adapun setiap penerima manfaat hanya mendapat jatah rasta per 15 kilogram setiap bulan. Ferdy juga membentuk tim terpadu yang bertugas mengawasi penyaluran rasta. Tim ini terdiri atas kejaksaan dan Bulog.

Ferdy mengingatkan kepala desa agar serius ikut mengawal pendistribusian rasta sesuai aturan. “Sehingga jika terjadi permasalah di lapangan, maka tim ini yang akan menyelesaikannya,” ujar Ferdy.

Meski ada penurunan penerima manfaat cukup besar, tapi warga penerima manfaat di Kecamatan Tebing Tinggi dan Halong justru melonjak. Di Kecamatan Tebing Tinggi, dari 618 RTS melonjak ke angka 874 RTS pada 2017. Sementara di Kecamatan Halong yang semula 1.081 RTS pada 2016 melonjak ke 1.184 RTS pada 2017.

Adapun kecamatan yang paling banyak berkurang penerima manfaatnya seperti Kecamatan Lampihong dari 1.296 RTS menukik ke 1.017 RTS pada 2017, dan Kecamatan Paringin dari sebelumnya 558 RTS, kini melorot tinggal 334 RTS.

 

F M Hidayatullah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here