Awal Tahun, Penjualan Kain Sasirangan Sepi Peminat

BANJARMASIN, KK – Kain Sasirangan khas Kalsel semakin beragam motifnya, namun sayang, memasuki awal tahun masih sepi peminat. Kain ini tergolong dalam kerajinan tekstil tradisional yang memiliki nilai seni yang sangat tinggi.

Hingga Februari 2017, penjualan kain Sasirangan di Banjarmasin masih belum mengalami peningkatan seperti akhir tahun 2016.

Susanto Priyo, pedagang kain khas Kalsel ini mengatakan, dalam beberapa pekan ini penjualan kain sasirangan masih sepi peminat. Baik itu dalam bentuk kain maupun pakaian sudah jadi.

Baca Juga :   Rusliansyah : Kenaikan Pemasangan Instalasi Ledeng Baru Memberatkan Masyarakat

“Permintaan kain Sasirangan yang biasanya dari sekolah dan dari pegawai bulan ini tidak begitu banyak,” kata pedagang kain sasirangan di Jalan Seberang Masjid Banjarmasin ini, Jumat (3/2/2017).

Biasanya permintaan tiap sekolah sebutnya, rata-rata 50 lembar bahkan ada yang mencapai ratusan. Belum lagi dari pegawai kantor yang ada di Kota Banjarmasin.

“Khusus murid SD bahkan bisa mencapai 200 lembar satu sekolah dan dari pegawai bisa pulahan, tetapi bulan ini hanya terjual beberapa lembar saja,“ katanya.

Baca Juga :   BI Kalsel Minta Daerah Manfaatkan Momentum Penurunan Suku Bunga

Selain permintaan untuk pakaian sekolah, Susanto Priyo menambahkan, permintaan kain Sasirangan dari luar Kalimantan juga masih sepi peminat, seperti dari Kota Solo dan Surabaya.

“Kami sering mengirim kain Sasirangan ke Solo dan Surabaya, tapi bulan ini belum ada lagi permintaan dari mereka,” ungkap dia.

Biasanya permintaan kain atau pakaian sasirangan yang sudah jadi, akan mulai ramai pada awal tahun ajaran baru siswa SD dan SMP.

Baca Juga :   BI Gelar Penukaran Uang di Pulau Terpencil Kabupaten Kotabaru

“Tahun ajaran baru, rata-rata tiap hari terjual mencapai 70-90 lembar, bahkan sehari bisa lebih dari 200 lembar,” ujarnya.

Sementara itu, Ummi Wati, salah satu pembeli kain mengatakan, ia membeli baju Sasirangan untuk keperluan pakaian sekolah anaknya.

“Di sekolah anak saya, diwajibkan menggunakan pakaian Sasirangan, rompi dan pakaian lengan panjang,” katanya. mar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.