Lima Penambang Emas Tewas Tertimbun Longsor di Tanah Laut

PELAIHARI, KK – Lima penambang emas ilegal di Dusun Deladak, RT 6, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Rabu (8/2/2017) sekitar pukul 22.00 Wita ditemukan meninggal dunia.

Lima korban tertimbun tanah longsor. Kejadian bermula saat saksi bersama lima korban sedang menambang emas secara manual, tiba-tiba tanah yang berada di atas, yang tingginya sekitar delapan meter longsor.

Baca Juga :   Jalan Berlubang Parah, Warga HST Tanam Pohon Pisang Sebagai Tanda

Sehingga menimpa para korban. Melihat kejadian tersebut para saksi mencoba dengan cara manual menggunakan alat seadanya dibantu para pekerja di sekitar lokasi.

Sekitar 30 menit melakukan proses evakuasi didapat korban yang pertama Ismail, kemudian Syarpani, Abdul Syukur, Noor Ipansyah, dan terkahir Junaidi.

Baca Juga :   Kejari HST Sosialisikan Peran TP4D

Seluruh korban dibawa dan dievakuasi menggunakan mobil ambulance desa sebanyak tiga unit menuju rumah duka. Sedangkan Noor Ipansyah saat itu diduga masih dalam kondisi bernyawa, lalu dilarikan ke RS H Beojasin Pelaihari.

Sampai di rumah sakit nyawanya juga tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh dokter, selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga.

Baca Juga :   Sosok Misterius Gegerkan Warga Kecamatan Limpasu

Kapolres Tala AKBP Sentot Adi Darmawan saat meninjau tempat kejadian perkara menerangkan bahwa ada korban sebanyak lima orang yang tewas karena melakukan kegiatan tambang emas tanpa izin.

“Kami sudah memetakan serta olah TKP. Para saksi akan dimintai keterangan dan akan dikoordinasikan dengan Pemkab Tala,” ujarnya. ned

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.