​Manajemen RSUD Anshari Saleh Klarifikasi Info Bayi Meninggal Saat Operasi

BANJARMASIN, KK – Manajemen Rumah RSUD Dr HM Ansari Saleh klarifikasi dugaan penelantaran bayi yang dilahirkan oleh Misnati (35), warga Banjarmasin Tengah, Jumat (24/3/2017).

Kepala Bidang Pelayanan Medik, RSUD Dr HM Ansari Saleh, Anna mengatakan tidak benar jika ada informasi pihak RSUD menelantarkan bayi yang meninggal setelah dilakukan operasi. “Tidak ada penelantaran dari pihak kami, jika ada tidak mungkin dioperasi,” jelasnya kepada Kabar Kalimantan.

Selanjutnya, Kepala Bidang Keperawatan, Ida S Hayati menambahkan, tidak benar jika bayi yang memiliki bobot 4,1 kilogram itu meninggal saat pihak RSUD melakukan tindakan operasi kepada pasien. 

Ia menduga, meninggalnya bayi itu diakibatkan penyakit hipertensi yang dimiliki pasien. “Apalagi pasien diduga mengalami preeklampsia,” paparnya.

Menurut Ida S Hayati, Misnati sendiri telah melahirkan bayi sebanyak delapan kali dan mengalami keguguran sebanyak empat kali. Kondisi kesehatan kurang baik yang mungkin dimiliki pasien, diduga menjadi penyebab kematian bayi saat melahirkan.

Pihak RSUD Ansari Saleh sampai saat ini masih melakukan observasi, yaitu pemulihan kondisi pasien pasca operasi. “Pasien masih belum bisa dijenguk, belum bisa melakukan percakapan secara baik, karena masih dalam pengaruh obat bius,” ujarnya.

Setelah kondisi pasien pulih total, maka pihak RSUD Ansari Saleh berjanji akan segera memulangkannya kepada pihak keluarga. mar

Pos terkait