​Mayat di RSUD Itu Ternyata Korban Pembunuhan

KAPOLRES Barito Utara menggelar konferensi pers mengenai penemuan mayat yang telah membusuk dan sempat menjadi penghuni kamar mayat RSUD Jaraga Sasameh, Buntok.

Kapolres Barito Selatan AKBP Yussak Angga, Selasa (18/4/2017) mengatakan enam orang pelaku pembunuhan terhadap dua pemuda warga Desa Murung Kalanis, M Raidani (16) dan Bahrul Ilmi (18), kini sudah diamankan petugas di Mapolres Barito Selatan (Barsel).

Para pelaku tersebut yaitu Jamaludin (35), Zulkifli (20), Rusdianto (24), Ahmad Jainudi (20), Dandi (19) dan Rahman (20). Semuanya warga Desa Rangga Ilung Kecamatan Jenamas.

Baca Juga :   Biddokes Polda Kalsel Gelar Pelatihan Cara Pengambilan Tes DNA

Angga mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan juga keterangan 23 saksi serta pengakuan dari enam tersangka, pihaknya melakukan penganiayaan terhadap kedua korban. 

Karena kedua korban kepergok sedang melakukan pencurian aki speed boat di gudang milik Jamaludin pada Kamis (9/4/2017) sekitar pukul 23.00 WIB.

Dari kejadian itu, Jamaludin menyertakan empat rekannya langsung mengeroyok kedua korban. Yaitu dengan menebaskan parang ke tubuh kedua korban berkali-kali serta mengikat korban dengan tali nilon hingga keduanya tidak bernyawa lagi.

Baca Juga :   Kemenkumham Kalsel Helat Halal Bihalal

Alhasil, korban M Raidani dibuang di tengah Sungai Barito, sedangkan korban Bahrul Ilmi dibuang ke hutan, daerah hilir Desa Rangga Ilung dengan menggunkan speed boat milik Rahman.

Kemudian pada 12 April 2017 sekitar pukul 13.00 WIB tersangka Jamaludin dan tersangka Dandi kembali mendatangi tempat pembuangan awal terhadap jasad korban Bahrul Ilmi dan membuang jasad yang sudah membusuk tersebut ke tepi anak sungai, di wilayah itu. Hingga pada hari itu, Bahrul Ilmi ditemukan warga, sekitar pukul 15.00 WIB.

Baca Juga :   Ciptakan Kamtibmas, Ini yang Dilakukan Kapolsek Kertak Hanyar

Enam tersangka ini telah diamankan dengan sejumlah barang bukti,berupa parang, dayung bekas memukul korban, tali nilon warna hijau, baju korban serta kelotok dan speed boat untuk membuang jasad korban.

“Kasus ini masih berjalan, dan dalam pengembangan. Untuk lebih jelasnya nanti, bila kami telah melakukan rekontruksi,” kata Yussak menutup pembicaraan. rio

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.