Imigrasi Kalsel Beri Pelatihan Pasukan Penjaga Perbatasan

KabarKalimantan, Barabai – Kepala Divisi Keimigrasian, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, Yosep Hari Adi Renung Widodo, memberi pelatihan dan pembekalan keimigrasian kepada pasukan TNI-AD yang akan bertugas di perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Pelatihan bertempat di Markas Batalyon Infanteri 621 Manurung, Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Komandan Batalyon 621 Manuntung, Mayor Inf Rio Neswan turut hadir di antara anak buahnya.

Baca Juga :   Paman Birin Pantau dan Kunjungi Daerah HST

Satu Batalyon antusias mengikuti pembekalan berkenaan penugasan dalam menjaga perbatasan wilayah garis Kalimantan Barat sampai Kalimantan Timur.

Kadiv Imigrasi Kalsel merangkap Plh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Banjarmasin, Yosep Renung Widodo, mengatakan seluruh jajaran Batalyon 621 manuntung diberi pengetahuan praktis tentang keimigrasian. “Apa itu visa, ijin tinggal, pelintas batas tradisional, illegal loging, fishing, dan mining serta berkenaan dengan kedaulatan atas wilayah Indonesia,” ucap Yosep.

Baca Juga :   DPRD HST Konsultasikan Mekanisme O Pengisian Jabatan Wakil Bupati ke Kemendagri

Selain itu, ia memberi asupan bagaimana cara mengatasi dan kemana harus berkoordinasi bila menemukan permasalahan di perbatasan. Tak lupa, Yosep menyinggung soal kearifan lokal dan sejarah perbatasan, maupun berkenaan dengan perjanjian bilateral antar negara.

Baca Juga :   Bawaslu HST Berikan Sanksi Administrasi untuk Pertemuan Terbatas di Lingkungan Pendidikan

Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel, Imam Suyudi, mengatakan sangat mendukung kegiatan itu karena ikut menjaga pintu gerbang negara, megakkan hukum, dan menjaga kedaulatan NKRI. “Dimana kegiatan tersebut atas kerjasama dengan Korem 101/Antasari dengan Kantor Wilayah,” kata Imam Suyudi.

M. Syahbandi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.