Malasuang Manu, Adat Mandar di Pesisir Kotabaru

KabarKalimantan, Kotabaru– Pesisir laut Teluk Aru di Desa Teluk Aru, Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kabupaten Kotabaru, mendadak riuh pada Ahad siang (27/8/2017). Maklum, ribuan pelancong lokal mendatangi lokasi itu untuk menyaksikan Festival Katir Race.

Di sela festival, warga Mandar yang bermukim di Kotabaru menyajikan atraksi lain, salah satunya upacara adat Malasuang Manu. Dalam bahasa Mandar, Malasuang Manu berarti pelepasan ayam jantan dan ayam betina.

Baca Juga :   Pemkab Kotabaru Jadikan Rumah Sakit di Stagen Sebagai Wadah Isolasi Pasien Covid-19

Kepala Desa Teluk Aru, Sudarman, mengatakan Malasuang Manu bertujuan agar pelaksanan prosesi upacara adat Mandar di Desa Teluk Aru berjalan sukses. Bupati Kotabaru, Sayed Jafar Al Idrus melepas kedua ayam itu. Tepuk sorak pun bergemuruh.

Baca Juga :   Sayed Jafar Bagikan Masker ke Rumah-rumah Warga

“Sebagai tolak bala, serta menyukuri hasil laut yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa kepada warga kami yang mayoritas nelayan,” ujar Sudarman kepada KabarKalimantan.

Dani, seorang pengunjung asal Kecamatan Pulau Laut Selatan, mengaku kepincut melihat upacara adat suku Mandar. “Kami datang sekeluarga juga untuk berwisata di akhir pekan,” kata Dani.

Baca Juga :   Kenaikan UMP 2022 hanya 1,09%, Rabbiansyah Miris terhadap Nasib Buruh

Selain Manasuang Manu, pelancong dihibur tarian adat Mandar dan peragaan pencak silat. Para komunitas motor roda dua juga memadati pesisir pantai untuk menyaksikan upacara adat Malasuang Manu di sela acara inti: Festival Katir Race.

Ardiansyah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.