Warga Paringin Laporkan Tetangga ke Polisi karena Air Hujan

Akyhar dan Alipiansyah sepakat berdamai setelah sebelumnya cekcok hanya gara-gara pohon nangka, air hujan, dan terpal. Polsek Paringin memediasi kedua warga Desa Hujan Mas, Kecamatan Paringin itu. Redkal.com/ F.M Hidayatullah

KabarKalimantan, Paringin– Kepolisian Sektor Paringin, Kabupaten Balangan, menerima laporan pengaduan dua orang masyarakat karena selisih paham soal terpal dan pohon nangka. Kedua orang itu sama-sama tetangga di Desa Hujan Mas, Kecamatan Paringin.

Si pelapor, Akhyar keberatan atas pemasangan terpal di rumah Alipansyah. Sebab, ketika hujan tiba, atap terpal di rumah Alipansyah kerap menjatuhkan tampungan air hujan ke halaman rumah Akhyar. Tak mau kalah, Alipansyah pun keberatan atas pohon nangka yang ditanam oleh Akhyar.

Bacaan Lainnya

Maklum, dahan dan daun pohon nangka di pekarangan rumah Akhyar itu kerap jatuh ke pekarangan rumah Alipiansyah. Lantaran saling cekcok, kedua orang ini saling lapor ke Mapolsek Paringin sekitar pukul 21.30 Wita, Senin (11/9/2017).

Menyikapi kisruh air hujan dan pohon nangka, Kapolsek Paringin, Inspektur Satu Cahyo Budi Widodo, berupaya memediasi persoalan antara Akhyar dan Alipansya. Ia memimpin langsung proses mediasi dalam waktu 2 jam di ruang rapat Mapolsek Paringin.

Setelah berembuk, kedua warga ini bersepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Akhyar bersedia menebang pohon nangka yang tumbuh di perkarangan rumahnya. Adapun Alipiansyah bersedia mengganti atap terpal dengan bahan seng.

Iptu Cahyo Budi mengatakan keduanya mencapai kata sepakat yang saling menguntungka. “Antara pihak pertama dan pihak kedua, dengan menandatangani surat perjanjian damai, ” Cahyo Widodo kepada KabarKalimantan selepas mediasi damai.

F. M HIDAYATULLAH

Pos terkait