Sab. Jan 16th, 2021

2018, IPM Kalsel Dipertaruhkan Setelah Dana Pendidikan Dipangkas

1 min read

OSIS SMAN 1 Juai, Balangan saat menggelar latihan kepemimpinan dan kepedulian beberapa waktu lalu. dok Redkal.com

KabarKalimantan, Banjarmasin – Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan dibuat kecewa atas sikap Dinas Pendidikan Kalimantan Selatan yang cuma mengalokasikan dana pendidikan sebesar 3 persen dalam Rancangan APBD 2018. Padahal, Undang-Undang Sisdiknas mengamanatkan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBD murni.

Alhasil, alokasi dana pendidikan 3 persen itu lebih ironis ketimbang usulan semula 4 persen dalam RAPBD 2018. “Kami kembali dibuat kecewa, sebab laporan Dinas Pendidikan ada pengurangan lagi anggaran pendidikan dari Rp 283 miliar menjadi Rp 218 miliar, atau diperkirakan hanya 3 persen saja dari APBD 2018,” kata Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, M Lutfi Saifuddin, Rabu (4/10/2017).

Lutfi mengkonfirmasi kabar ini setelah pertemuan di ruang Komisi IV DPRD Kalsel yang membahas anggaran pendidikan dan Bantuan Operasional Sokolah Daerah (BOSDa).

Ia menyayangkan pemangkasan anggaran pendidikan karena akan berdampak terhadap perkembangan dunia pendidikan di Kalimantan Selatan. Tidak menutup kemungkinan, Lutfi khawatir kinerja Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalsel terancam anjlok karena ada keterbatasan anggaran pengembangan pendidikan.

Katua Komsi IV DPRD Kalsel, Yazidie Fauzi, meyebutkan dana Sekolah Menegah Atas (SMA) yang kini kewenanganya dilimpahkan ke pemerintah provinsi hanya kebagian Rp 9 milar untuk SMA se-Kalsel.

M. RIZAL KHALQI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.