Inspektorat Siap Telisik Penggunaan Dana BPBD Kotabaru

Kepala Inspektorat Kotabaru, Risa Ahyani di ruang kerjanya, Jumat (5/1/2018). Redkal.com

KabarKalimantan, Kotabaru – Kepala Inspektorat Kotabaru, Risa Ahyani, mengatakan segera menelisik pencairan dan penggunaan anggaran bantuan korban bencana alam di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru.

Risa merasa perlu menelisik keuangan BPBD karena sesuai tugas dan fungsi Inspektorat. Namun, ia menunggu APBD 2018 jalan dan perintah atasan untuk melakukan pemeriksaan terhadap BPBD Kotabaru.

Bacaan Lainnya

“Tetap akan kita tindak lanjuti pemeriksaan terhadap pihak-pihak BPBD Kotabaru, kemungkinan akan kami lakukan di akhir Januari dan paling lambat di awal Februari 2018,” ujar Risa Ahyani kepada KabarKalimantan, Jumat (5/1/2018).

Baca Juga :   Kecamatan Hampang Sampaikan 152 Usulan pada Musrembang 2019

Sementara itu, Kepala BPBD Kotabaru A. Roasman, membantah menyalahgunakan dana bantuan renovasi rumah untuk warga yang terdampak bencana alam. Roasman siap menjelaskan semuanya ketika diperiksa Inspektorat.

“Dan pada saatnya nanti akan saya buka agar semuanya jelas dikemanakan dana tersebut,” jelas Roasman.

Sebelumnya, Asisten Bidang Pemerintahan Kabupaten Kotabaru, Hariansyah, meminta Inspektorat untuk memeriksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru atas keterlambatan penyaluran bantuan renovasi rumah kepada warga yang terdampak bencana alam.

Baca Juga :   Ratusan Bocah TK Penuhi Siring Laut Kotabaru

Hariansyah mengatakan ada laporan belum diberikannya bantuan material bangunan rumah. Ia sudah memanggil dua orang pegawai BPBD yang menangani pemberian bantuan bagi warga yang terkena bencana.

Dari keterangan pegawai BPBD, dana sebenarnya cair pada tanggal 21 Desember 2017 lalu. Namun bukan dana segar yang diberikan kepada warga terdampak bencana alam, melainkan bantuan dalam bentuk bahan material bangunan dan bahan bangunan.

“Saya akan menyerahkan kasus ini kepihak Insfektorat untuk dilakukan pemeriksaan,dikemanakan dana tersebut,” kata Hariansyah, Kamis (4/1/2017).

Ia sudaah bertanya kepada dua orang pegawai BPBD kenapa tidak juga diberikan bantuan. “Jawabnya karena dananya dipegang oleh atasannya, dan kami sudah mempertayakan dana tersebut kepada atasan kami namun tidak ada jawaban juga,” kata Hariansyah menambahkan.

Baca Juga :   Pejabat Ini Minta Inspektorat Periksa BPBD Kotabaru

Sikap Hariansyah itu menyusul keluh-kesah sekitar 6 warga yang berada di Kabupaten Kotabaru karena belum mendapat bantuan bahan bangunan rumah dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotabaru.

Salah satunya Enor, warga RT 3, Jalan SMPN 5 Kotabaru, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, yang mendatangi kantor Kelurahan Baharu Selatan. Enor belum menerima bantuan bahan bangunan untuk merenovasi rumahnya yang runtuh akibat longsor dua bulan, tepatnya November 2017.

ARDIANSYAH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.