Warga Tirawah Kotabaru Ngotot Dimasukkan TORA

DPRD Kotabaru dan warga Desa Tirawah menggelar dengar pendapat soal status tanah desa, Senin (15/1/2018). Redkal.com

KabarKalimantan, Kotabaru– Puluhan warga Desa Tirawan, tokoh agama dan tokoh masyarakatnya yang berada di Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru, mendatangi kantor DPRD Kotabaru, Senin (15/1/2018).

Mengutip informasi humas DPRD Kotabaru, kedatangan warga Tirawan untuk melakukan hering dengan DPRD kotabaru, Pemerintah Daerah Kotabaru, Kehutanan Provinsi Kalimantan selatan dan kepala Kph Pulau Laut dan Sebuku.

Bacaan Lainnya

Ketua DPRD kotabaru Hj. Alfisah, bersama Wakil Ketua I DPRD Kotabaru M. Arif dan Wakil Ketua II DPRD Kotabaru Drs. Muhkni, memimpin langsung pertemuan tersebut.

Warga Desa Tirawan meminta desanya agar dijadikan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), namun pemerintah daerah mengusulakan Desa Tirawan menjadi Tanaman Hutan Raya (TAHURA).

Andi Sumarsono selaku kepala Desa Tirawan mengatakan tuntutan warga sebenarnya sederhana, tidak ada yang keterlaluan. Merunut sejarahnya, dia menuturkan, warga hanya ingin Desa Tirawan dikembalikan menjadi HPL karena pada awalnya adalah PL.

“Bagaimanapun semua pembangunan dan sistem pembangunan itu bertujuan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Andi Sumarsono.

Ia mengatakan ada satu RT yang termasuk cagar alam. Adapun di RT lainnya ada lahan termasuk garapan hutan lindung, justru itu Desa Tirawan tetap berkeinginan agar kawasannya dikeluarkan dari hutan lindung dan dikembalikan seperti dulu lagi menjadi HPL.

“Kondisi dilapangan banyak tanaman buah dan masyarakat sadar bahwa berkenaan dengan masalah dengan ketinggian tempat warga menanam tanaman keras untuk menjaga kehijauannya,” ujar Andi, seraya menambahkan pernah mengusulkan pengembalian kawasan itu menjadi HPL pada 2015.

Ketua DPRD Kotabaru Hj Alfisah, membenarkan ada pro kontra perihal status Desa Tirawan. Sebab, Pemkab Kotabaru berkeinginan menjadikan Desa Tirawan berstatus daerah Tanaman Hutan Raya (TAHURA). Tapi masyarakat desa berkukuh tanah di desanya menjadi TORA.

“Kalau desa Tirawan dijadikan TAHURA apakah pemerintah sanggup merelokasi warga di sana, sebelum diketuk palu, Desa Tirawan itu menjadi TAHURA semoga saja dengan apa yang diusulkan masyarakat di sana menginginkan desanya menjadi TORA mudahan saja disetujui oleh pemerintah daerah,” jelas Alfisah.

ARDIANSYAH

Pos terkait