Dampak Kemarau, Debet Air Waduk Gunung Ulin Menurun

  • Whatsapp

KabarKalimantan, Kotabaru – Musim kemarau mulai terasa di Kabupaten Kotabaru. Tak hanya cuaca yang cukup panas, namun kondisi mata air hingga air sungai nampak mulai mengering.

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kotabaru Noor Ipansyah mengatakan, debet air di Waduk Gunung Ulin, Kecamatan Pulau Laut Utara sudah terlihat menunjukkan penurunan 10 cm perharinya dari ketinggian tampunagn mencapai 5-6 meter.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :   PDAM Kotabaru Terancam Bangkrut

“Diperkirakan daya tampung dan pemakaian untuk pengolahan dan distribusi air ke masyarakat pelanggan PDAM yang saat ini mencapai 15.000 akan mengalami gangguan,” kata Ipansyah, Selasa (21/8/2018).

Ipansyah memperkirakan, jika kemarau ini cukup panjang, kemungkinan puncak krisis air berlangsung hingga dua bulan ke depan. “Kami akan melakukan antisipasi pendistribusian agar pelanggan tetap mendapatkan distribusi air bersih,” jelasnya.

Baca Juga :   Polres Kotabaru Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Intan 2018

Sementara itu, Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotabaru (BPBD) H R Ahmadi Jaya menjelaskan, berdasarkan data BMKG sebenarnya pada dua bulan lalu daerah Kabupaten Kotabaru serta beberapa daerah lain di Kalsel sudah mengalami kemarau.

Untuk menanggulangi kekurangan air, pihak BPBD menyiapkan 400 ret air dan dibagikan kepada warga yang wilayahnya terkena dampak kemarau yang diperkirakan tidak akan berlangsung lama.

Baca Juga :   Gewsima Mega Putra Sidak RSUD Pangeran Jaya Sumitra

“Kami juga bekerjasama dengan pihak-pihak Polsek dan PDAM untuk meantisipasi beberapa wilayah yang mengalami kekeringan untuk menyiapkan bantuan air,” jelas Ahmadi Jaya.

Salah satu pelanggan PDAM, Rahmad warga Desa Sebatung mengatakan, saat ini di wilayahnya masih belum sulit mendapatkan air bersih, walaupun sudah memasuki musim kemarau. “Aliran air bersih dari PDAM ke rumah saya masih berjalan lancar,” katanya.

Ardiansyah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *