Polisi Terus Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras Pejabat Kemenkumham Kalsel

KabarKalimantan, Banjarmasin – Pihak kepolisian nampaknya mulai menemukan titik terang terkait kasus penyiraman air keras terhadap Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakat Kanwil Kemenkumham Kalsel Asep Syarifudin.

Kini, peristiwa yang terjadi di halaman parkir Cafung Cafe, Jalan S Parman, Banjarmasin Tengah pada Selasa (20/11/2018) malam itu tengah didalami pihak kepolisian.

Bacaan Lainnya

“Saat ini korban tengah menjalani operasi pada wajahnya. Yang jelas, kita akan lakukan terus menerus penyelidikan hingga menangkap pelakunya,” ungkap Dirkrimum Polda Kalsel Kombes Pol Sofyan Hidayat, Jumat (23/11/2018).

Sebelumnya, kronologis peristiwa penyiraman terjadi saat korban hendak menuju mobilnya yang terparkir di halaman cafe tersebut. Saat membuka pintu mobil, tiba-tiba ada seseorang yang menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban.

Cairan tersebut mengenai wajah, bahu dan kedua lengan korban yang refleks berteriak kesakitan. Sementara pelaku langsung melarikan diri.

Sementara itu, Kasubag Humas Kanwil Kemenkumham Kalsel, Sugito membenarkan informasi tersebut. “Saat ini, Pak Asep sedang dirawat intensif di RS Suaka Insan,” ujarnya.

Di lain hal, Kakanwil Kemenkumham Kalsel Ferdinand Siagian mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke petugas kepolisian. “Saya berharap, polisi segera mengungkap kasus ini dengan menangkap pelakunya untuk mengetahui motifnya,” ujarnya di Kantor Kanwil Kalsel.

Atas kejadian tersebut, Polda Kalsel turun tangan guna menangani kasus penyiraman air keras yang menimpa Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kalsel Asep Syarifuddin

“Tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum sudah turun melakukan penyelidikan untuk mengejar pelaku,” terang Kabid Humas Polda Kalsel AKBP Mochamad Rifai.

Selain itu, polisi pun sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti di antaranya satu gelas plastik beserta tutupnya yang terdapat sisa cairan yang diduga air keras untuk menyiram korban.

Kemudian memeriksa saksi-saksi dan rekaman kamera pemantau atau CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian.  “Barang bukti dikirim ke laboratorium forensik untuk mengetahui kandungan cairan yang digunakan pelaku,” pungkas Rifai.

Syahbandi

Pos terkait