Gaji Guru Honorer Diusulkan Naik

KabarKalimantan, Banjarmasin – Menjelang awal tahun, guru honorer di Kalimantan Selatan yang tersebar di tingkatan SMA/sederajat kembali menggantungkan asa. Gaji sebesar Rp 1 juta per orang yang diterima sejak awal 2017 dirasa masih kurang.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kalsel Haryanto saat Rapat Paripurna pada Rabu (26/12) siang. Ia mengusulkan, mulai Januari 2019, gaji honorer yang ditanggung pemerintah provinsi dapat dinaikkan.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :   Rhoma Irama Lantik Kepengurusan DPD PAMMI Kalsel dan DPC

Menurutnya, hal itu merupakan keluhan yang selalu diungkapkan guru honorer setiap anggota komisi IV DPRD Kalsel melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah. “Mereka selalu mengeluh soal itu. Bahkan ada yang sampai meneteskan air mata saat menyampaikannya,” kata Haryanto.

Sedikitnya ada 5.961 tenaga pendidik non PNS di wilayah Kalimantan Selatan saat ini. Mereka merupakan tenaga pengajar di tingkat SMA/sederajat yang diakomodir langsung Dinas Pendidikan Kalsel.

Baca Juga :   Panggil Dispora Kalsel, Wakil Rakyat Tuntut Percepat Renovasi 17 Mei

Sejauh ini, pemerintah provinsi sudah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 71 miliar rupiah setiap tahun sejak 2017 untuk gaji mereka. Haryanto mengusulkan, itu dapat dinaikkan sebanyak Rp 500 ribu atau 50 persen. Sehingga pemprov perlu manambah anggaran untuk guru honor sebanyak Rp 36 miliar setiap tahun.

Melihat kemampuan keuangan daerah, Haryanto yakin usulan tersebut bisa direalisasikan. Strateginya adalah skala prioritas dan keberpihakan. “Kasian mereka. Kerja dari jam setengah delapan. Sekarang kan hampir semua full day, sementara UMP sudah mencapai Rp 2,65 juta,” ujarnya.

Baca Juga :   Tanggapi Keluhan Driver, Dewan akan Panggil Aplikator

Usulan Haryanto rupanya didasari oleh provinsi lain, seperti Jawa Tengah yang sudah menerapkan gaji guru honor sesuai UMP. “Kalo langsung UMP memang terlalu memberatkan. Jadi harus bertahap,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor tak ingin terburu-buru. Meskipun menurutnya guru honor layak mendapat kenaikan gaji. “Semua berdasar kemampuan kita. Kita pelajari dulu agar tidak terdesak-desak,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyebut, guru tidak hanya bertumpu pada gubernur dan pemprov saja. “Juga dewan. Kita harap dewan juga menyetujui,” katanya.

M Ali Nafiah Noor

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.