Cegah DBD, Efektifkan Peran Jumantik

KabarKalimantan, Kotabaru – Penderita wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kotabaru terbilang cukup banyak. Hingga saat ini, sudah ada 59 warga yang tererang virus yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegepty tersebut.

Meski belum dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) karena belum ada yang meninggal dunia. Namun tetap saja Dinas Kesehatan setempat melakukan berbagai cara pencegahan kasus ini menjadi lebih banyak. Salah satunya ialah dengan menerapkan juru pemantau jentik (jumantik).

Baca Juga :   Stand Kerajinan Kotabaru Diharapkan Mampu Bersaing di Pameran Kriyanusa 2019

Kepala Puskesmas Dirgahayu, Kecamatan Pulau Laut Utara Drg Andrian Wijaya mengatakan, di puskesmas yang dikepalainya tersebut sudah ada juru pemantau jentik.

“Saat ini kami fokuskan ke 1R1J (1 rumah 1 juru pemantau jentik). Karena dengan begitu akan lebih efektik untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD,” jelas Andrian Wijaya.

Baca Juga :   Yani Dukung Penuh Pemekaran Kambatanglima

Bukan hanya menerapkan jumantik, lanjut Andrian, pihaknya juga akan bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informtika Kabupaten Kotabaru untuk menyampaikan informasi-informasi melalui media mobil keliling atau media visual.

Sementara untuk pihak ketua RT dan kepala desa, tambahnya, pihaknya akan melakukan sosialisasi dengan cara menyebarkan pamflet atau selebaran tentang tata cara pencegahan DBD tersebut.

Baca Juga :   Bupati Kotabaru Resmikan Turnament Cantung Cup 2019

“Hal ini dilakukan untuk pencegahan mewabahnya penyakit DBD. Jika masyarakat mau melakukan apa yang kami imbaukan ini, insya Allah ke depannya tidak ada lagi warganya yang terserang penyakit DBD di Kotabaru ini,” jelas Andrian.

Ardiansyah

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.