Pemkot Banjarmasin Diminta Tingkatkan Pengawasan Usaha yang Berpotensi Cemari Lingkungan 

KabarKalimantan, Banjarmasin – DPRD Banjarmasin meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin melalui instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap tempat atau jenis usaha yang berpotensi mencemari lingkungan.

Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin Matnor Ali mengatakan, usaha yang banyak menghasilkan limbah, sepeti rumah makan, balai pengobatan, usaha pencucian atau laundry, hotel, restoran hingga rumah sakit, perlu pengawasan ekstra.

Bacaan Lainnya

Pengawasan terhadap usaha-usaha tersebut dibutuhkan guna mengantisipasi dampak buruk bagi lingkungan. “Terlebih bila tempat usaha tersebut belum berlangganan IPAL,” katanya kepada Redkal.com, Selasa (2/4/2019).

Khusus jenis usaha laundry, ungkap politikus Partai Golkar ini, diduga banyak yang tidak memerhatikan lingkungan dengan membuang limbah langsung ke alam, tanpa ada pengolahan terlebih dulu. Seharusnya, menurutnya, pembuangan limbah cair oleh usaha ini, bisa diawasi lebih ketat oleh dinas terkait.

Usaha laundry skala rumahan, lanjutnya, juga tidak luput dari pengawasan yang mestinya dilakukan pemerintah setempat. Sekalipun limbahnya dalam skala kecil, jika telah masuk saluran air selokan tanpa ada pengolahan, maka itu bisa mencemari lingkungan.

“Dalam ukuran limbah rumah tangga, mungkin masih ada toleransi. Tapi untuk skala besar, ini yang harus ditindaklajuti,” tekannya.

Terkait pembuangan limbah cair ini, tambahnya, Pemkot Banjarmasin sudah memiliki Perda Nomor 7 tahun 2010 tentang Izin Pembuangan dan Pengelolaan Limbah Cair. Perda ini diterbitkan atas dasar pembuangan limbah cair apalagi yang bisa mengancam pencemaran perlu pengendalian dan pengawasan.

Wartawan: Smara Aqdimul Azmi

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

Pos terkait