Kalsel Masih Kekurangan Dokter Gigi

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kalimantan Selatan saat ini sudah mempunyai 250 dokter gigi. Namun, jumlah itu masih dirasa kurang dan perlu penambahan sekitar 200 orang lagi.

Hal tersebut diungkapkan Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr Drg Rosehan Adhani saat pengambilan sumpah 13 dokter gigi Fakultas Kedokteran Gigi ULM, di Gedung Teater Fakultas Kedokteran ULM Banjarmasin, Rabu (26/6/2019).

Bacaan Lainnya
Baca Juga :   LA2M ULM Kalsel Kritik Kebersihan Kampus

Ia menuturkan, berdasarkan rasio seharusnya di 100 ribu penduduk ada 11 dokter gigi, namun pada kenyataannya saat ini di Kalsel hanya memiliki 6-7 dokter gigi per 100 ribu penduduk.

Rosehan mengatakan, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Nasional, tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi masih sangat minim.

“Dalam satu tahun terakhir, 60 persen penduduk Kalsel mengeluh gangguan terhadap gigi,” katanya

Baca Juga :   Mahligai Pancasila Dipasangi Videotron, Ini Fungsinya

Ia mengakui, hal tersebut merupakan tantangan untuk menambah dokter gigi dan juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi.

“Untuk itu, kami berharap lulusan-lulusan kami ini dapat menyebar hingga ke pelosok-pelosok untuk melakukan pengabdian,” katanya.

Ia menambahkan, total lulusan Fakultas Kedokteran sejak berdiri 2009-2019 ini sudah ada sebanyak 114 dokter gigi yang bekerja di berbagai fasilitas kesehatan.

“90 persen lulusan kami bekerja di Kalsel, dan bahkan yang baru diambil sumpahnya ada yang sudah diminta untuk bekerja di Balangan,” ucapnya.

Baca Juga :   Ciptakan Generasi Milenial Produktif, ANTAM Berikan Program Kelas Kreatif di ULM Banjarmasin

Disamping itu, Rosehan mengingatkan masyarakat agar dapat menjaga serta rutin cek kesehatan gigi dan mulut agar tidak terjadi gigi berlubang, radang bahkan pembengkakan.

Pasalnya, saat ini Kalsel masuk tiga besar provinsi terparah mengalami gangguan gigi sesudah Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan.

“Untuk itu, jangan menunggu sakit baru dicabut atau ditambal, namun sebaiknya dilakukan upaya pencegahan dengan rutin melakukan pengecekan dan pemeriksaan gigi,” pungkas Rosehan.

Reporter: Syahri Ramadhan
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.