Fluktuasi Suhu Buat Ikan Stress hingga Mati

KabarKalimantan, Banjarbaru – Fluktuasi suhu antara siang dan malam pada musim kemarau, mengakibatkan ikan stres bahkan juga matian.

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Winarno mengatakan, ikan tersebut mati bukan karena penyakit, tetapi karena perbedaan suhu yang cukup drastis antara siang dan malam hari yang dapat berpengaruh terhadap daya tahan ikan.

Baca Juga :   Siapa Ketua DPRD Kalsel 2019-2024? Puar: Ketua Umum Sudah Kantongi Nama

“Jadi, penyebab matinya ikan-ikan tersebut lantaran fluktuasi suhu, yang setiap tahun pada musim kemarau terjadi,” kata Winarno saat berhadir di Ngupi Bareng Paman Birin di Kantor BPSDM Kalsel Banjarbaru, Jumat (26/7/2019).

Ia menuturkan, untuk mengantisipasi hal tersebut, Winarno telah mengimbau daerah-daerah yang airnya mengalir agar menjaga suhu minimal tetap stabil dengan mengalirkan air.

Baca Juga :   Paman Birin Terima Anugerah Pena Emas dari PWI Pusat

“Sudah jauh hari kami mengimbau pembudidaya ikan, namun lantaran lupa dan pas sudah terjadi baru ribut. Hal ini yang terjadi di tempat kita, sehingga tidak bisa dan sempat mengantisipasinya lagi,” ucap Winarno.

Disamping itu, pihaknya juga berencana Balai Budidaya Ikan Payau dan Laut yang ada di Karang Intan sebagai pembudidayaan dengan aliran air yang cukup agar dapat mengantisipasi terjadinya kematian ikan.

Baca Juga :   1.161 Kuota Tampung SMPN Masih Kosong, Disdik Lakukan Pendistribusian Satu Zona

“Namun, kalau untuk membuat saluran air gendong kita harus lebih memperhatikan segala aspek termasuk pembuangannya, kalau-kalau nanti malah terjadi kesalahan yang beimbas buat masyarakat,” pungkasnya.

Untuk tingkat kematian ikan, dirinya tidak dapat memberitahukan, lantaran masih belum menerima data yang valid.

Reporter: Syahri Ramadhan

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.