Asisten II Setda Kotabaru Pantau Ketersediaan Bahan Pokok

KabarKalimantan, Kotabaru – Asisten II Setda Kotabaru H Akhmad Rivai melakukan pemantauan untuk ketersediaan distribusi dan kestabilan harga bahan pangan dan barang pokok di Pasar Kemakmuran Kotabaru, Senin (5/10/2020).

“Saat ini terjadi penurunan harga yang bervariasi dan malah salah satu jenis bahan pangan harganya menurun drastis, seperti bawang merah dan bawang putih,” ujar Akhmad Rivai.

Selain itu, lanjut Rivai, ketersediaan ikan basah dan segar sangat berkurang, seperti ikan kembung, ikan tongkol, ikan nila, patin, ikan kakap, cumi-cumi, kepiting dan udang.

Baca Juga :   Fadhila Riski Syarofa Raih Juara III di Olimpiade SMP Kalimantan's Physics Competition Kalphyco

“Sementara ketersediaan bahan pangan pokok lainnya seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit berlimpah dengan harga yang mengalami penurunan dimana untuk harga bawang merah berkisar Rp28.000/kg dan bawang putih Rp22.000/kg,” terangnya.

Sedangkan untuk harga gula pasir baik yang dijual di pasar tradisional dan mini market berkisar Rp12.500-Rp.14.500 per Kg, dan minyak goreng diantara Rp11.900-Rp.13.000/liter.

Dikatakan Rivai, pada September 2020 ini Kabupaten Kotabaru mengalami deflasi sebesar 0,12%. Hal ini terjadi dikarenakan adanya penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kotabaru antara lain daging ayam ras sebesar 0,37%, bawang merah sebesar 0,25%, gula pasir sebesar 0,23%, cabai rawit sebesar 0,06% dan susu bubuk untuk Balita 0,05%, komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi antara lain angkutan udara sebesar 0,22%, bayam sebesar 0,10%, ikan tongkol sebesar 0,09%, ikan kembung sebesar 0,08% dan beras sebesar 0,07%.

Baca Juga :   Warga Kotabaru Mengadu ke Polisi Soal Bedah Rumah

Rivai menjelaskan, Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah Pulau Kalimantan, dimana 8 kota mengalami deflasi dan 4 kota mengalami inflasi.

Baca Juga :   Gewsima Berikan 100 Masker kepada Satpolair Polres Kotabaru

Deflasi tertinggi terjadi di kota Balikpapan sebesar 0,46% dan deflasi terendah terjadi di kota Singkawang sebesar 0,01%. Sedangkan  untuk Kotabaru deflasi terjadi pada urutan kedua yaitu sebesar 0,12%.

“Inflasi tertinggi terjadi di kota Tarakan sebesar 0,63% dan inflasi terendah terjadi di kota Pontianak sebesar 0,01%,” ujarnya.

Reporter: Ardiansyah

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.