Kesejahteraan Guru Ngaji Jadi Perhatian Mendalam Zairullah-Rusli

KabarKalimantan, Batulicin – Kampanye calon bupati Tanah Bumbu nomor urut 3 Zairullah Azhar di di berbagai desa di 10 kecamatan wilayah Tanbu menemukan berbagai persoalan di kalangan masyarakat.

Mulai dari akses jalan, penerangan jalan umum, air minum, lahan masuk kawasan hingga persoalan guru-guru ngaji yang tak ada honornya.

Keluhan dan harapan warga berharap bisa diakomodir dan diselesaikan bila nantinya Zairullah Azhar-Muhammad Rusli terpilih jadi bupati dan wakil bupati Tanah Bumbu periode 2021-2024.

Ini sesuai visi misinya yang akan melakukan pemerataan pembangunan dari desa ke kota, layanan kesehatan gratis dan kembalinya kesejahteraan anak yatim, janda tua dan jompo.

Baca Juga :   Kejari Tanbu Peduli Korban Banjir

Satu hal lagi yang menjadi perhatian khusus dan menjadi program dari pasangan yang bergelar ZR ini. Keduanya akan memperhatikan guru-guru ngaji yang masih banyak tak dapatkan honor. Itu sesuai keluhan yang disampaikan warga saat berkampanye di 10 kecamatan sejak 26 September kemarin.

Ada yang mendapatkan honor dan ada yang tidak, khususnya yang mengajar di rumah-rumah warga yang muridnya hanya beberapa saja.

Baca Juga :   Bupati Zairullah: Kebanyakan Orang Sukses Berkat Taat kepada Orang Tua

“Saat berkeliling, banyak sekali guru-guru ngaji yang belum ada honornya. Ada yang punya honor, ada yang dibayar oleh muridnya dan ada yang mengajar dengan keikhlsan tanpa dibayar,” kata Zairullah, kemarin.

Menurut Zairullah, saat ini guru-guru ngaji berperan penting bagi generasi muda. Guru-guru ngaji ini harus diperhatikan untuk membentuk akhlak anak-anak, terlebih lagi bila anak ini menjadi penghafal Al Qur’an.

“Maka dari itu, bila nanti terpilih, ZR akan memprogramkan kesejahteraan para guru ngaji yang ada di Tanbu, termasuk tempat pelaksanannya akan dibantu pemerintah daerah,” katanya.

Baca Juga :   Danrem 101/Antasari Bukber di Makodim 1022/Tanbu

Selain itu, program yang tak kalah penting juga untuk mendukung itu adalah program rumah tahfiz di 149 desa/kelurahan.

“Ini yang akan kita lakukan untuk mencari keberkahan dan membuat daerah kita berkah dengan cetakan banyaknya penghafal Al Qur’an. Karena kita harus belajar dari suatu daerah yang punya banyak penghafal Qur’an dan kini banyak menjadi menteri. Ini yang kita harapkan kedepannya,” katanya.

Reporter: Slamet Riadi
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.