Rendahnya Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris

Manusia adalah seorang pembelajar sejati dimana dia akan selalau mempelajari lingkungan terus menerus, baik secara langsung sebagai informasi atau sebagai bekal dia beradapatasi. Pembelajaran ini dimulai dari hal sederhana, ketika anak masih kecil seperti ketika dia belajar merasakan benda, berjalan atau bicara. Akan tetapi, kebanyakan orang tua masih belum mengerti, bahwa bagaimana menyikapi proses pembelajaran waktu kecil ini sangat berarti untuk pembelajaran di kemudian hari. Pada umumnya, masih sering proses pembelajaran pada saat anak-anak mendapat perlakuan atau respon yang kurang baik. Baik ketika mereka sedang belajar merasa dengan mulutnya, ketika mereka belajar berjalan, atau ketika mereka belajar berbicara yang belum paham dan mengerti arti kata-kata tersebut.

Sebagai orang tua, pastilah ingin memberikan contoh-contoh yang baik kepada anak mereka. Sebagai contoh ketika orang tua meminta anak untuk belajar, maka orang tua sebaiknya mendampingi dan membantu mengajarkan cara belajar yang baik, bukan malah asyik nonton televisi atau bermain gadget. Hal tersebut membuat contoh yang tidak baik kepada anak, sehingga anak tidak bisa menumbuhkan semangat belajar. Pentingnya semangat atau motivasi belajar adalah kunci sukses. Motivasi belajar adalah penting untuk mengembangkan diri. Biasakanlah belajar sedikit demi sedikit sehingga sudah mulai terbiasa dengan aktivitas belajar.

Baca Juga :   Milad ke-7 BPK Raja Tumpang Mengangkat Tema "Berkhidmat untuk Masyarakat"

Motivasi adalah dorongan untuk melakukan suatu kegiatan dengan baik. Dengan demikian, motivasi belajar merupakan dorongan untuk melakukan kegiatan belajar dengan sepenuh hati.  Bagi siswa, motivasi itu diibaratkan bahan bakar sebuah kendaraan. Tidak akan berarti betapapun bagusnya mesin dan halusnya penyetelan kalau tidak memiliki bahan bakar! Bahan bakar menjadi unsur vital bagi sebuah kendaraan.  Begitu pula halnya dengan motivasi bagi siswa untuk belajar.

Motivasi inilah yang menggerakkan mereka untuk belajar. Jika dikelompokkan, maka motivasi terbagi dua, motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah dorongan untuk melakukan sesuatu yang berasal dari dalam diri seseorang. Pihak guru dan orangtua harus membangkitkan keinginan dan kemauan anak untuk belajar. Anak perlu pemahaman yang intens untuk apa belajar dan mengapa mereka harus belajar. Sememntara motivasi ekstrinsik merupakan dorongan yang berasal dari luar individu siswa. Guru punya trik tersendiri membangkitkan kemauan siswa untuk belajar sehingga guru maupun mata pelajaran yang diampunya tidak membosankan siswa. Orangtua juga berperan penting membangkitkan motivasi siswa. Misalnya pemberian penghargaan (reward) jika anaknya berhasil meraih prestasi tertentu. Ini salah satu contoh saja. Sebelum proses belajar mengajar berlangsung.

Ketika seorang guru memasuki ruang kelas kemudian berdiri didepan kelas dan memulai bercerita kepada murid-murid tentang mata pelajaran bahasa inggris, tentunya guru berharap bahwa murid antusias dengan pelajaran yang diterangkannya. Hal ini sebagai upaya agar siswa berhasil didalam menuntut ilmu sekaligus sebagai tanggung jawab guru untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Adanya era globalisasi menuntut semua orang untuk mampu berbahasa Inggris. Sehingga bisa tercapai tujuan pendidikan, sebagaimana amanat UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional dalam Bab II, pasal 3, dinyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia serta berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang bertanggungjawab.

Baca Juga :   Semangat Belajar di Tengah Pandemi

Namun dalam kenyataannya, motivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris masih kurang optimal. Kurangnya percaya diri, banyaknya kosa kata baru dan struktur kalimat yang berbeda dengan bahasa Indonesia, membuat banyak siswa yang malas atau cenderung malu untuk mengikuti pelajaran ini. Ada beberapa siswa seperti phobia terhadap pelajaran bahasa Inggris hingga kemudian ketakutan ini kemudian membuat para siswa tidak suka hingga berakibat hasil belajar siswa dibawah KKM. Oleh karena itu, motivasi berprestasi, mempunyai kontribusi yang sangat besar terhadap prestasi belajar. Maka sangat penting bagi guru untuk bisa membangkitkan motivasi belajar peserta didik di sekolah sebab motivasi memegang peranan yang penting dalam proses belajar mengajar. Apabila guru dapat memberikan motivasi yang baik hingga terbaik kepada para siswa, maka dalam diri siswa akan timbul dorongan dan hasrat untuk belajar lebih baik.

Baca Juga :   Upaya Guru dalam Meningkatkan Motivasi pada Peserta Didik

Seorang guru bertanggung jawab agar pembelajaran berhasil dengan baik, keberhasilan dalam proses belajar mengajar bergantung pada upanya guru dalam membangkitkan motivasi belajar peserta didik. Motivasi sangat penting dalam kegiatan berajar mengajar, sebabadanya motivasi mendorong semangat belajar dan sebalaiknya kurang adanya motivasi akan melemahkan semangat belajar. Seorang siswa yang belajar tanpa motivasi atau kurang motivasi, tidak akan berhasil dengan maksimal. Dengan memberikan motivasi yang baik dan sesuai, siswa (sebagai peserta didik) dapat menyadari akan manfaat belajar dan tujuan yang hendak dicapai dengan belajar tersebut. Keberadaan motivasi juga diharapkan mampu menggugah semangat belajar, terutama bagi para siswa yang malas belajar sebagai akibat pengaruh negatif dari luar diri siswa. Hingga selanjutnya, keberadaan motivasi dapat membentuk kebiasaan siswa senang (fun) belajar yang ending-nya prestasi belajarnya pun dapat meningkat.

Oleh: Gusti Ratu Kemala, S. Pd
Guru Bahasa Inggris di SMPN 2 Simpang Empat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.