Syarat Menjadi Pemimpin Hakiki

Kepemimpinan merupakan suatu proses dengan berbagai cara mempengaruhi orang atau sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan bersama. Pembahasan tentang kepemimpinan menyangkut tugas dan gaya kepemimpinan, cara mempengaruhi kelompok, yang mempengaruhi kepemimpinan seseorang.

Adakah suatu kegiatan atau kerja dalam kehidupan ini yang dapat terlaksanakan tanpa adanya peran kepemimpinan? Semua gerak dan aktivitas selalu diiringi unsur kepemimpinan. Dua orang atau lebih dalam suatu kegiatan pasti ada yang bertindak sebagai pemimpin. Apalagi dalam kelompok orang atau organisasi, fungsi pemimpin mutlak diperlukan.

Bahkan setiap diri kita adalah pemimpin pertama,pemimpin bagi diri sendiri yaitu memimpin pikiran, emosi, hawa nafsu, qolbu, mata, gerak tubuh, kaki dan tangan. Kedua pemimpin bagi keluarganya, anak-anaknya, adik-adiknya, lingkungan dan seterusnya. Kemampuan memimpin itu bakat sejak lahir atau dipelajari, dilatih dan dibentuk melalui proses pendidikan dan pengalaman.

Kepemimpinan adalah ciri-ciri kepribadian, berarti sebagian besar kemampuan memimpin itu merupakan hasil suatu proses yang diupayakan dan dilakukan. Jika kepemimpinan adalah sesuatu yang dapat diraih dengan latihan-latihan pengajaran pendidikan dan pengalaman. Kita harus mengoreksi anggapan salah yang selama ini berkembang di masyarakat.

Baca Juga :   Cara Mengatasi Kegagalan Agar Tidak Ada Keterpurukan

Bahwa ”pemimpin itu dilahirkan” hanya yang berbakat saja yang bisa memimpin, ini pendapat dan pikiran yang salah. Setiap orang bisa memimpin dan memang pemimpin. Sumber daya manusia yang baik adalah menghasilkan banyak pemimpin. Banyak anggapan dan pemikiran keliru yang berkembang di benak sejumlah orang bahwa kepemimpinan itu berarti penguasaan, dominasi dan kekuatan.

Pemimpin berarti pusat atau kedudukan, bukan seperti itu hakekat pemimpin adalah suatu kualitas kepribadian yang mampu menggerakkan semua lapisan untuk maju meraih sukses. Kualitas pribadi yang lebih banyak manfaatnya bagi diri, keluarga dan lingkungannya. Leadership function meliputi dua bidang utama.

Yaitu pekerjaan yang harus diselesaikan dan kekompakan orang yang dipimpinnya. Tugas yang berhubungan dengan pekerjaan perlu agar pekerjaan kelompok dapat diselesaikan dan dikelompokkan mencapai tujuannya. Tugas yang berhubungan dengan kekompakan kelompok dibutuhkan agar hubungan antar orang yang bekerja sama menyelesaikan kerjaan itu dengan lancar dan enak jalannya.

Baca Juga :   Tumbuhnya Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran di Era Pandemi

Tugas kepemimpinan yang berhubungan dengan kerja kelompok yaitu memulai (initiating) usaha agar kelompok memulai kegiatan atau tugas tertentu, mengatur (regulating) tindakan untuk mengatur arah dan langkah kegiatan kelompok, memberitahu (informing) kegiatan memberi informasi data fakta dan pendapat kepada anggota dan meminta informasi darinya atau pendapat.

Mendukung (supporting) usaha untuk menerima gagasan pendapat dari bawah dan berusaha menyempurnakan dengan menambah atau mengurangi untuk penyelesaian tugas bersama. Menilai (evaluating) tindakan untuk menguji gagasan yang muncul atau cara kerja yang diambil dengan menunjukkan konsekuensi dan untung ruginya. Menyimpulkan (summarizing) kegiatan untuk menyimpulkan gagasan tindakan lebih lanjut.

Tugas kepemimpinan yang berhubungan dengan kekompakan kelompok yaitu mendorong, mengungkapkan perasaan, mendamaikan, mengalah, memperlancar, memasang aturan permainan dan tindakan menyampaiakan tatatertib yang membantu kehidupan kelompok. Berdasarkan dua bidang tugas kepemimpinan, dulu orang hanya mengenal dua gaya kepemimpinan.

Baca Juga :   Beberapa Jurus Memupus Jenuh

Dua gaya kepemimpinan tersebut yaitu pertama gaya kepemimpinan yang berorientasi pada tugas, dan kedua gaya kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. Dari dua bidang tersebut dikembangkan menjadi empat gaya kepemimpinan dasar yaitu kekompakan dan kerja keras, kerja tinggi dan kekompakan rendah, kerja tinggi dan kekompakan tinggi, serta kerja rendah dan kekompakan rendah.

Sejak dini kita dapat menumbuhkan dan mengembangkan sifat-sifat dasar kepemimpinan antara lain efektifitas diri, pengembangan efektifitas diri dalam mencapai setiap tujuan dapat dilakukan sejak usia muda. Kita melatih ketajaman untuk selalu berfokus atau konsentrasi kepada tujuan dan cita-cita hidup.

Sejumlah syarat agar tumbuh menjadi pemimpin hakiki bukan asal pemimpin adalah berjiwa seorang pendidik, berjiwa pengajar, berjiwa organisator, jiwa organisasi tidak memborong sendiri tugas-tugasnya. Ia berfokus pada tim kerja dengan menjaga kekompakan, berkomunikasi aktif, rendah hati, lemah lembut, berjiwa kebersamaan dan memberi keteladanan.

Oleh: Harlina, S.Pd
Guru Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi di SMP Negeri 1 Karang Bintang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.