Berbagai Kendala di Balik Pembelajaran Jarak Jauh

CORONA VIRUS DESEASE 2019 (Covid-19) merupakan wabah penyakit mematikan yang menyebar hingga ke seluruh dunia (Pandemi). Penyakit ini disebabkanoleh virus jenis baru yang diberi nama SARS-Cov-2 yang diduga menyebar di antara orang-orang terutama melalui percikan pernapasan (droplet) yang dihasilkan selama batuk.

Pandemi Covid 19 ini memberikan dampak yang besar bagi seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Akibatnya, Indonesia mengalami pelemahan di berbagai bidang seperti ekonomi, kesehatan, ketenagakerjaan, hingga pada bidang pendidikan.

Untuk mencegah penularan Covid-19, pemerintah terpaksa mengambil keputusan dalam bidangpendidikan dari yang semula belajar tatap muka di sekolah menjadi belajar dari rumah atau biasa di kenal pembelajaran jarak jauh.

Pembelajaran jarak jauh/daring merupakan pembelajaran yang menggunakan media sebagai penghubung antara guru dan siswa di rumah. Media yang biasa digunakan adalah handphone, laptop, dan jaringan internet. Melalui jaringan internet, pembelajaran umumnya dilakukan melalui aplikasi zoom atau Gmeet, atau whats app.

Namun pelaksanaan pembelajaran jarak jauh yang terjadi di lapangan tidak sesuai dengan apa yang direncanakan, berbagai kendala ditemukan, mulai dari keadaan ekonomi orang tua, jaringan internet hingga motivasi siswa yang menurun. Hal ini sangat mempengaruhi kualitas pembelajaran dan akhirnya menurunkan kualitas generasi penerus bangsa.

Dalam pembelajaran jarak jauh di masa pandemi ini, peran orang tua di rumah sangat dibutuhkan untuk mendampingi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Namun, disisi lain orang tua juga tetap harus bekerja untuk mencari pemasukan rumah tangga agar kesejahteraan rumah tangga tetap terjaga. Tidak semua orang tua bisa mendampingi anaknya dalam belajar di rumah. Belum lagi tingkat pendidikan orang tua yang masih rendah, hal ini tetntu akan menyulitkan dalam pendampingan anak saat belajar di rumah.

Rendahnya perhatian orang tua kepada anak saat pembelajaran akan berdampak pada kurangnya motivasi dalam diri anak untuk mengikuti pembelajaran. Siswa akan mudah terpengaruh terhadap dampak negatif dari penggunaan internet, sehingga pada akhirnya siswa malas untuk belajar.

Dari beberapa hambatan tersebut, salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mengatasinya adalah dengan bekerjasama dan berdiskusi dengan orangtua murid sebelum pembelajaran jarak jauh berlangsung. Hal ini dilakukan untuk mengecek kesiapan siswa dan orang tua siswa dalammelakukan PJJ. Seorang guru dapat berdiskusi dengan siswa dan orang tua siswa tentang media yang dapat digunakan siswa dalam PJJ, kendalaapa yang dialami siswa jika nanti diadakan PJJ danbersama-sama mencari solusi agar pembelajaran tatap muka dapat berlangsung.

Oleh: Nita Alfitriah S.Pd

Guru IPS di SMP Negeri 4 Alalak

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *