Faktor Penyebab dan Dampak Stress

TIDAK ada seorang pun yang bisa menghindarkan diri dari stress. Namun, stress bisa dikelola sehingga justru mendatangkan nilai positif bagi seseorang. Stress tidak boleh dihilangkan sama sekali karena dia membantu kelangsungan hidup dan memberikan dinamika hidup. Dibutuhkan sebuah kecakapan dalam menghadapi tantangan dengan cara mengendalikan tanggapan (respon) secara proporsional dengan demikian manusia bisa memperbaiki kualitas hidupnya. Kemampuan mengolah ini tidak datang begitu saja tetapi didapatkan melalui sebuah proses.

Secara teknik psikologik, stress didefinisikan sebagai suatu respons penyesuaian seseorang terhadap situasi yang dipersepsinya menantang atau mengancam kesejahteraan orang yang bersangkutan. Jadi strees merupakan suatu respon fisiologik ataupun perilaku terhadap streesor hal yang dipandang sebagai penyebab cekaman, gangguan keseimbangan baik internal maupun eksternal.

Faktor-faktor penyebab dan dampak stress ada tiga sumber utamanya yaitu lingkungan, fisiologis, dan pikiran kita. Lingkungan kehidupan memberi berbagai tuntutan penyesuaian diri seperti cuaca, kebisingan, kepadatan, tekanan waktu, standart prestasi, bebagai ancaman terhadap rasa aman dan harga diri, tuntutan hubungan antar pribadi, penyesuain diri dengan teman, pasangan, dengan perubahan keluarga.

Baca Juga :   Pusat Pendidikan Pertama adalah Keluarga

Perubahan kondisi tubuh saat masa remaja terjadi haid, hamil, proses menua, kecelakaan, kurang gizi, kurang tidur, tekanan terhadap tubuh, reaksi terhadap ancaman dan perubahan lingkungan mengakibatkan perubahan pada tubuh kita dan pasti menimbulkan strees. Pikiran menginterprestasi dan menerjemahkan pengalaman perubahan dan menentukan kapan menekan tombol panik. Bagaimana kita memberi makna atau label pada pengalaman dan antisipasi kedepan, bisa membuat kita santai atau strees.

Gejala strees yang bisa dideteksi secara mudah yaitu gejala fisiologis deyut jantung bertambah cepat, banyak berkeringat (terutama keringat dingin), pernafasan terganggu, otot terasa tegang, sering ingin buang air kecil, sulit tidur dan gangguan pada lambung. Sedangkan gejala psikologis yaitu resah, sering merasa bingung, sulit berkonsentrasi, sulit mengambil keputusan, tidak enak perasaan,atau perasaan kewalahan.

Dalam bertingkah laku saat berbicara cepat sekali, menggigit kuku, menggoyang-goyangkan kaki, gemeteran, berubah nafsu makan. Kita bisa mengetahui apakah diri kalian mengalami depresi atau tidak maka perlu mengetahui gejala depresi pada remaja yaitu kehilangan minat dan kegembiraan pada hampir semua aktifitas dan hal ini terjadi hampir setiap hari, berat badan mengalami penurunan padahal tidak sedang melakukan diet. Mengalami insomnia atau kesulitan tidur hampir setiap hari.

Baca Juga :   Peran Serta Kepala Sekolah di Masa Pandemi

Mengalami penurunan minat dalam melakukan aktifitas yang terjadi hampir setiap hari dan kehilangan energi hampir setiap hari juga. Merasa dirinya tidak berharga atau merasa bersalah yang berlebihan. Kehilangan kemampuan untuk berfikir dan berkonsentrasi. Munculnya perasaan sedih hampir setiap hari, munculnya pikiran-pikiran tentang kematian, ide bunuh diri yang berulang tanpa rencana atau adanya percobaan bunuh diri.

Secara umum orang yang mengalami strees mengalami sejumlah gangguan fisik seperti mudah masuk angin, mudah pening-pening, kejang otot atau kram, mengalami kegemukan atau menjadi kurus yang tidak dapat dijelaskan. Level strees yang cukup tinggi berdampak negatif pada kemampuan mengingat informasi, mengambil keputusan dan langkah cepat. Bagi pelajar atau mahasiswa strees berat seringkali banyak membolos atau tidak aktif mengikuti kegiatan pembelajaran.

Untuk mencegah strees dengan cara mengubah cara kita melakukan sesuatu, untuk keperluan ini kita perlu memiliki skill yang relevan misalnya skill dalam mengatur waktu, menyalurkan, mendelegasikan, mengorganisasaikan, menata dan lain sebagainya. Strategimya kita menyiapkan diri menghadapi strees dengan cara diet, rekreasi, istirahat yang cukup dan lain sebagainya. Serta strategi kita menangani dampak stress yang terlanjur ada kalau diperlukan meminta bantuan jaringan supportive ataupun bantuan para profesional.

Baca Juga :   Macam-macam Kenakalan Remaja di Sekolah

Ada banyak hal yang perlu dipelajari yang ingin diketahui dan ada banyak hal yang ingin diikuti waktu terbatas. Oleh karena itu agar tidak terjadi strees sebaiknya siswa atau mahasiswa perlu memiliki berbagai skill belajar yang sesuai sehingga bisa belajar secara efektif tetapi juga efesien dalam menggunakan daya dan waktu serta sumber lainnya. Selain skill belajar tubuh kita memerlukan jeda atau waktu istirahat yang cukup. Kita perlu belajar bagaimana speeding up, tetapi arif dan terampil dalam slowing down.

Oleh: Lina Harlina, S.Pd.I
Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Karang Bintang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.