Tekan Pernikahan Usia Dini, Pemkab Tanbu dan Pengadilan Agama Jalin Kerjasama

KabarKalimantan, Batulicin – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) setempat menjalin kerjasama dengan Kantor Pengadilan Agama Batulicin.

Kerjasama itu dituangkan dalam penandatangan MoU yang dilaksanakan di Kantor Pengadilan Agama Batulicin, Gunung Tinggi, Kamis (15/4/2021) oleh Kepala DKBP3A Tanbu Hj Narni dan Ketua Pengadilan Agama Batulicin Hj Mursidah.

Kepala DKBP3A Tanbu Hj Narni mengatakan, kerjasama tersebut terkait layanan konseling bagi pemohon dispensasi kawin pada Pengadilan Agama Batulicin dengan tujuan bisa menekan angka pernikahan usia anak.

Baca Juga :   Tak Hanya Pertunjukan Seni Budaya, Even Mappanreritasi’e 2022 Juga Diisi Syiar Agama

“Layanan konseling diberikan melalui peran yang terintegrasi dan bersinergi antara DKBP3A dan layanan pusat pembelajaran keluarga (PUSPAGA) dengan Pengadilan Agama Batulicin,” sebutnya.

Dijelaskannya, ruang lingkup dari kerjasama ini adalah dukungan dan fasilitasi terselenggaranya layanan konseling bagi pemohon dispensasi kawin di Pengadilan Agama Batulicin.

Baca Juga :   KPU Tanbu Ingatkan Caleg Terpilih Serahkan LHKPN

Kemudian, memberikan pemahaman kepada orang tua atau keluarga dan pasangan calon pengantin terkait dampak yang bisa timbul akibat menikah di usia muda.

Adapun materi, konseling pra nikah bagi usia anak dengan materi kesiapan berumahtangga ditinjau dari segi psikologi, kesehatan reproduksi, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, pencegahan stunting bagi anak (1000 HPK) dan program keluarga berencana.

Baca Juga :   Diduga "Main Serong", Kades Sungai Dua Laut Dilaporkan Warga

Diharapkan setelah mendapatkan konseling, calon pasangan pengantin bisa menunda pernikahannya sampai batas usia yang telah diatur dalam UU Pernikahan Anak yaitu 19 tahun bagi perempuan dan laki laki.

“Menikah usia muda akan berdampak pada rentan KDRT, resiko kematian, proses pendidikan tidak tuntas, tidak mandiri, dan belum dewasa,” ucapnya.

Reporter: Slamet Riadi
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.