Dua Puisi Safrizal Warnai Ikrar PSU Damai

KabarKalimantan, Banjarmasin – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalsel menggelar kegiatan Ikrar Bersama Pemungutan Suara Ulang (PSU) Damai yang dihadiri oleh Penjabat Gubernur Kalsel Safrizal ZA dan kedua calon wakil gubernur Kalsel yaitu H Muhidin pasangan Cagub H Sahbirin Noor atau Paman Birin dan Difriadi pasangan Cagub Denny Indrayana di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Kamis (20/5/2021).

Dalam sesi sambutan, Pj Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal ZA menyampaikan pidatonya dalam bentuk dan cara berbeda, yakni dengan media pembacaan puisi.

Menurutnya, bahasa penyair itu bisa tembus lintas aspek hingga relung calon gubernur dan wakil gubernur serta pemilih.

Ia pun mengingatkan, semua komponen anak bangsa wajib untuk tetap memprioritaskan persaudaraan sesama anak bangsa di atas segala-galanya.

Baca Juga :   BirinMu Klaim Unggul 2,9 Persen

“Kita semua harus berkomitmen PSU pada 9 Juni akan menghasilkan gubernur  Kalimantan Selatan yang definitif. Ini adalah kemenangan bersama demi kesejahteraan masyarakat, kita badangsanak sabarataan (saudara semuanya),” ucap Safrizal.

Adapun dua puisi yang dibacakan Safrizal dengan khidmat adalah karya penyair nasional Fikar W Eda yang merupakan Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2013—2015 dengan judul Suara Terdalam Relung Kalimantan dan PSU, Pilih Satu Atawa Dua.

“Makna kedua puisi ini mengandung pesan- pesan kedamaian dan komitmen bersama menjaga daerah agar tetap kondusif,” katanya.

Sementara itu, Calon Wakil Gubernur nomor urut 01 H Muhidin mengatakan, ketidakhadiran Cagub Paman Birin dalam ikrar tersebut dikarenakan Paman Birin sedang bersama masyarakat.

Baca Juga :   Terkait Kasus DBD, Dewan akan Panggil Dinkes Kota Banjarmasin

“Paman tidak dapat berhadir karena ada janji dengan masyarakat. Itu lebih penting kan. Kalau janji ditinggalkan mungkin masyarakat kecewa,” kata Muhidin.

Mantan Walikota Banjarmasin ini berharap, pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) 9 Juni mendatang bisa berjalan kondusif, aman dan damai.

“Mari sukseskan PSU ini, jangan ada menyebarkan hoax. Insya Allah saya optimis menang. Kalau kalah saya berhenti berpolitik, karena berarti saya tidak disenangi oleh masyarakat,” ucapnya.

Adapun alasan mengapa Calon Gubernur nomor urut 02 juga tidak dapat hadir.  Calon Wakil Gubernur Kalsel nomor urut 02, H Difriadi Darjat menyampaikan H Denny Indrayana masih dalam proses penyembuhan.

Baca Juga :   Paman Birin Ngopi di Kantin Uniska, Begini Komentar Komandan Menwa

“Beliau masih proses penyembuhan,” katanya.

Difriadi berharap, pada pelaksanaan PSU nanti akan terpilih pemimpin rakyat yang berkualitas dan pelaksanaannya berjalan langsung, umum, bebas dan rahasia.

“Kemudian jujur dan adil prosesnya sesuai dengan substansi demokrasi. Menghasilkan pemimpin yang pilihan rakyat, tercipta kondisi yang damai akhirnya menuju kesejahteraan,” ucapnya.

Difriadi berharap, masyarakat yang mempunyai hak pilih pada PSU  mendatang, untuk menjadi pemilih yang cerdas dalam menyuarakan nuraninya. “Yang penting sekali, jaga keamanan, kedamaian karena kita ini papadaan barataan,” pungkasnya.

Reporter: Syahri Ramadhan
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.