Memahami Prinsip dan Etos Kerja

SESEORANG bersekolah dengan harapan suatu saat akan memperoleh pekerjaaan. Semakin tinggi pendidikan yang ditempuh, semakin tinggi pula harapan seseorang untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik, atau mapan jika ditinjau dari sudut penghasilan, fasilitas, kedudukan, jabatan, maupun penghargaan.

Meskipun pada kenyataannya cukup banyak contoh tingginya pendidikan seseorang belum tentu akan memperoleh pekerjaan dengan penghasilan, fasilitas, kedudukan, maupun penghargaan seperti yang diharapkannya. Rendahnya pendidikan seseorang juga bukan merupakan indikator mutlak ketidakberhasilan seseorang jika ditinjau dari segi penghasilan yang diperoleh dan kemapanan kehidupan keluarganya.

Bekerja memiliki makna yang dalam dan mulia. Bekerja bukan sekedar mencari penghasilan yang bersifat materialis. Bekerja bermaksud mewujudkan potensi-potensi diri, untuk kebajikan, dan kemuliaan umat manusia. Nilai pekerjaan seseorang tidak melulu dilihat dari hasil gajinya, penampilan pekerjaan, dan kantornya yang mewah, tetapi dilihat dari nilai amanahnya, makna psikologis, dan makna sepiritual bagi kehidupan umat.

Kita lebih hormat sama tukang sayur dan cleaning service kalau mereka penuh kejujuran, berbuat baik bagi keluarga dan masyarakat. Jangan terkecoh dengan orang berdasi dan bermobil mewah tetapi menipu dan mencelakakan orang. Bekerja dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu menjadi wiraswastawan dan bekerja pada pihak lain.

Baca Juga :   OPPO F5, Gawai Cerdas Pemindai Wajah Merambah Banjarmasin

Contoh menjadi wiraswastawan yaitu menjadi pedagang, dari pedagang kaki lima sampai pedagang tingkat ekspor impor. Jadi pengusaha dari pembuat kue sampai pengusaha besar dengan berbagai macam bentuk usahanya. Sedangkan bekerja pada pihak lain adalah PNS, TNI, Polisi, pegawai BUMN, pegawai perusahaan swasta.

Ada beberapa hal prinsip yang harus diperhatikan untuk menjadi wiraswastawan, yaitu berani menghadapi tantangan, ulet dan pantang menyerah, senantiasa mempelajari dan mengkaji, tidak mencampuradukkan antara keuangan peribadi atau keluarga dengan keuangan usaha. Prinsip ini berbeda dengan prinsip untuk bekerja pada pihak lain.

Hal prinsip jika bekerja pada pihak lain yaitu senantiasa aktif mencari informasi lowongan kerja sesuai keahlian yang dimiliki, disiplin pada peraturan yang ada, mampu bekerja sama dengan teman sejawat, pimpinan, maupun anak buah, senantiasa mengembangkan kemampuan diri dalam berbagai hal dengan falsafah belajar seumur hidup.

Baca Juga :   Hal-hal yang Dapat Dilakukan untuk Menumbuhkan Motivasi

Ada tiga kata ajaib untuk kehidupan sehari-hari yaitu kata maaf, tolong dan terimakasih. Jangan segan-segan untuk mengucapkan maaf, mungkin sebagian orang merasa pantang untuk mengucapkan kata ini, karena banyak anggapan bahwa orang yang meminta maaf akan dianggap lemah, kalah atau tidak berdaya.

Kata maaf dapat membantu kita dalam proses mengampuni orang lain, kata maaf bukan berarti kalah tetapi sebaliknya kata maaf membuat kita belajar menghargai orang lain yang pada akhirnya akan membawa kemenangan tak terduga pada diri kita. Kata maaf memberi pelajaran bahwa kebenaran adalah hak bagi semua orang.

Bahkan terkadang “maaf” membuat musuh kita malu, malu akan diri sendiri, malu akan kesombongan dan keangkuhan yang selalu ia pegang selama ini, apa lagi kalau dia betul-betul tahu bahwa sebenarnya kesalahan ada pada dirinya sendiri. Dan jangan takut untuk meminta maaf dan jangan pernah khawatir maaf mu tidak diterima.

Bukankah di dalam lubuk hati terdalam setiap manusia akan selalu ada keinginan untuk memaafkan dan mengampuni orang lain. Jadi jangan pernah ragu-ragu untuk mengucapkan kata maaf dan selalu buka hati anda serta hancurkan kesombongan itu. Setiap orang tahu kalau kita adalah makhluk sosial, makhluk yang tak mungkin hidup sendiri tanpa orang lain.

Baca Juga :   Penyebab Utama dari Kegagalan

Jadi kata “tolong” adalah kata yang sangat wajar untuk diucapkan. Kata”tolong” membuat kita menyadari keterbatasan yang ada dalam diri kita, membuat kita lebih mampu menerima diri kita sendiri secara apa adanya. Serta kata “tolong” membuat kita lebih mampu untuk melihat secara jernih apa yang bisa dan apa yang tidak bisa kita lakukan.

Kata terimakasih juga sering kita lupakan saat menerima bantuan dari orang lain. Memang bagi sebagian orang sangat sulit untuk mengucapkan kata ini karena terimakasih membutuhkan ketulusan, tatapan mata yang hangat, dan membutuhkan sentuhan kasih. Kata terimakasih dapat membuat kita belajar menghargai orang lain dan berdamai dengan sesama, alam, dan dengan Tuhan.

Oleh: Sariah, S.Pd
Guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 2 Kusan Hilir

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.