Tiga Masjid di Marabahan Jadi Mesjid Ramah Anak

KabarKalimantan, Marabahan – Tiga masjid di Kota Marabahan, Kabupaten Barito Kuala (Batola) menjadi menjadi Masjid Ramah Anak (MRA). Ketiga mesjid tersebut yakni Mesjid Al-Istiqamah, Mesjid Agung Al-Anwar, dan Mesjid Nurul Anwar.
Bupati Batola Hj Noormiliyani AS telah meresmikan ketiga mesjid ramah anak ini, Rabu (23/6/2021). Peresmian yang dipusatkan di Mesjid Al-Istiqamah Marabahan ini ditandai pengguntingan untaian melati dilanjutkan peninjauan sarana kegiatan dan belajar anak.

Acara peresmian diawali penampilan dari para santriwan santriwati Rumah Singgah Anak Muslim Muslimah Yayasan Bunga Karamunting Batola dilanjutkan pembacaan ayat suci dari santriwati rumah singgah, Nisrina Nurfitria Azzahra.

Sebelumnya, Bupati Hj Noormiliyani AS menyatakan, atas nama pemerintah dan masyarakat sekaligus mewakili orangtua dan pribadi sangat menyambut baik serta memberi apresiasi tinggi dengan diresmikannya MRA yang merupakan salah satu sarana fasilitas sekaligus memberi ruang pemenuhan hak-hak anak.

Bupati yang dikenal sangat peduli terhadap anak ini mengutarakan, Pemkab Batola telah berkomitmen menjadikan Batola sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) yang ditandai disetujuinya Raperda Kabupaten Layak Anak.

Dengan telah disetujuinya Raperda Kabupaten Layak Anak ini, sebut mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini, berarti Batola telah memberi jaminan dan pemenuhan hak-hak dasar anak sekaligus untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya perlindungan dan pemberdayaan kepada anak.

Baca Juga :   Ketua KUD Makarti Jaya Penuhi Panggilan Kejaksaan

Pada bagian lain, isteri anggota DPRD Provinsi Kalsel H Hasanuddin Murad ini mengajak, semua masyarakat untuk mendekatkan anak dengan ekosistem mesjid. Hal ini penting untuk mencegah anak-anak lebih menyatu terhadap mesjid serta menjauhkan mereka dari arus perubahan zaman seperti asyik bermain HP, game online, sibuk bersosmed, menonton TV, dan kegiatan lainnya yang bisa membuat mereka lupa waktu.

Bupati perempuan pertama di Kalsel ini mengatakan, dengan kedekatan anak terhadap lingkungan mesjid dapat berpengaruh membangun dan menciptakan sumber daya manusia yang berkarakter, beriman dan bertakwa, memiliki keunggulan dan daya saing serta selalu bersemangat dalam upaya melakukan hal-hal positif yang membawa pada perubahan ke arah lebih baik.

Untuk menjadikan mesjid ramah anak, terang Noormiliyani, mesjid harus dilengkapi berbagai sarana seperti arena bermain, ruang baca, ruang belajar atau mengaji, dan lainnya. Sementara pembinaan orangtua saat di rumah harus menanamkan adap-adap saat berada di mesjid di samping di mesjid juga hendaknya menerapkan manajemen shaf di antara orang dewasa agar bisa mengawasi dan mendisiplinkan anak.

Baca Juga :   Saban Hari 'Sobat' Bagikan Nasi Bungkus untuk Korban Banjir

Sekdakab Batola H Zulkipli Yadi Noor selaku Ketua Gugus Tugas KLA Batola berharap, dengan adanya Mesjid Ramah Anak ini dapat menumbuhkembangkan kecintaan anak serta mendekatkan mereka ke mesjid.

Dengan demikian, mesjid akan senantiasa selalu penuh baik dari jemaah telah tua, muda, bahkan anak-anak. Bukan saja pada saat menjalankan peribadatan shalat namun juga kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya. Mengingat di zaman Nabi Muhammad SAW, berbagai aktivitas kegiatan justru dilaksanakan di mesjid.

Karenanya, lanjut mantan Kepala Bappelitbang Batola itu, ketika APSAI meminta Mesjid Al-Istiqamah sebagai salah satu MRA maka ia pun langsung menyetujui atas pertimbangan agar anak-anak sejak dini sudah menyatu dan mencintai mesjid.

Di lain pihak, Zulkipli menyatakan, untuk menunjang MRA tentunya membutuhkan kondisi yang memadai baik ketersediaan sarana prasarana maupun hal-hal lainnya yang mendukung. Untuk itu, selaku Ketua Badan Pengelola Mesjid ia mengharapkan dukungan semua pihak.

Baca Juga :   Kolaborasi dan Sinergi Cegah Peningkatan Angka Masalah Gizi Ganda

Sebelumnya, Kepala DPPKBP3A Batola, Hj Harliani mengatakan, keberadaan MRA merupakan salah satu proram dari Gugus Tugas KLA Batola menuju KLA. Ia menyatakan, program MRA bertujuaan untuk mendekatkan tempat ibadah umat Islam bagi generasi muda yang dimulai dari anak-anak.

Oleh karenanya, sebutnya, sejak dini anak-anak sebagai generasi penerus dibuat suatu program agar lebih dekat kepada ekosistem mesjid melalui program MRA dengan pola yang diterapkan mendesain mesjid aagar ramah anak, menyiapkan fasilitas bermain, perpustakaan, ruang laktasi, menyediakan minuman gratis bagi anak, menyediakan shaf khusus bagi laki-laki maupun wanita, dan sarana edukatif lainnya.

Melalui metode ini, sebut wanita ramah ini, diharapkan anak-anak menjadi betah dan suka ke mesjid serta mengikuti semua kegiatan yang tersedia sembari menimba ilmu dan menerapkan ibadah baik mengaji, shalat berjemaah, maupun penanaman keimanan dan ketauhidan di samping tetap memperdulikan dan memperhatikan hak-hak mereka.

“Kami berharap dengan diresmikannya 3 mesjid ini MRA di Batola akan terus bertambah dan diikuti oleh mesjid-mesjid lainnya,” harap Harliani.

Reporter: Mahmud Shalihin
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.