Pelatihan Kader PATBM Diharapkan Dapat Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

KabarKalimantan, Marabahan – DP3A Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Pelatihan Kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang difasilitasi DPPKBP3A Barito Kuala di Aula Selidah Marabahan.

PATBM yang dibuka Kepala DPPKBP3A Kabupaten Batola Hj Harliani ini diikuti dari Desa Pulau Alalak, Cahaya Baru, Jejangkit Timur, Handil Barabai, Anjir Pasar Seberang, Desa Palingkau, Satgas PPA Batola, UPTD PPA, dan Polres Batola.

Kepala DPPKBP3A Batola Hj Harliani dalam sambutannya mengatakan, sesuai dengan yang disampaikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menggagas sebuah strategi gerakan PATBM, yaitu gerakan perlindungan anak yang dikelola oleh sekelompok orang yang tinggal di suatu wilayah (desa/kelurahan) di 34 provinsi di Indonesia.

Baca Juga :   Warga Kolam Kanan Wanaraya Sampaikan Mosi Tak Percaya Terhadap Kades Setempat

“Melalui PATBM ini, masyarakat diharapkan mampu mengenali, menelaah dan mengambil inisiatif untuk mencegah dan memecahkan permasalahan kekerasan terhadap anak yang ada di lingkungan sendiri,” jelasnya.

Baca Juga :   Evaluasi Pasca Banjir, Beberapa SKPD Gelar Rakor

Dijelaskannya, PATBM ini merupakan inisiatif masyarakat sebagai ujung tombak untuk melakukan upaya pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat, agar terjadi perubahan pemahaman sikap dan perilaku yang memberikan perlindungan kepada anak.

“Gerakan tersebut dapat dikelola dengan menggunakan dan mengembangkan fungsi struktur kelembagaan yang sudah ada, atau jika diperlukan dengan membangun struktur kelembagaan baru,” terangnya.

Melalui pelatihan ini, Harliani mengharapkan kader memiliki loyalitas, integritas dan komitmen tinggi dalam memberikan layanan terhadap perempuan dan anak yang mengalami tindak kekerasan, serta membantu pemerintah dalam mengurangi terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Barito Kuala.

Baca Juga :   Anggota PPK dan PPS Harus Netral

“Masyarakat diharapkan mampu memberikan penyuluhan, pencegahan, penanganan dan rehabilitasi terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan perlindungan terhadap anak di mana sudah tersedia Satgas. Sehingga masyarakat diharapkan sebagai ujung tombak yang berkewajiban memberikan rasa aman dan nyaman,” jelasnya.

Reporter: Mahmud Shalihin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.