Cara Membangun Komunikasi yang Efektif

KOMUNIKASi sudah menjadi sebagian besar kegiatan kita sehari-hari, mulai antar teman atau pribadi, kelompok, organisasi atau massa. Kalau lebih teliti lagi banyak kegagalan dari komunikasi yang kita lakukan. Bisa jadi bentuknya karena tujuan yang kita inginkan belum tercapai, misalnya tercapainya kesepahaman, bertambahnya informasi, perubahan sikap pada teman atau orang lain.

Komunikasi pada prinsipnya adalah aktivitas pertukaran ide atau gagasan. Secara sederhana kegiatan komunikasi dipahami sebagai kegiatan penyampaian dan penerimaan pesan atau ide dari satu pihak ke pihak lain, dengan tujuan untuk mencapai kesamaan pandangan atas ide yang dipertukarkan tersebut.

Elemen-elemen yang terdapat dalam komunikasi adalah komunikator atau orang yang menyampaikan pesan, pesan ide atau informasi yang disampaikan, media sarana komunikasi, komunikan atau audience pihak yang menerima pesan, dan umpan balik respon dari komunikan terhadap pesan yang diterima.

Dalam kehidupan nyata mungkin ada yang menyampaikan pesan atau ide, ada yang menerima atau mendengar pesan, ada pesan itu sendiri, ada media dan tentu ada respon berupa tanggapan terhadap pesan. Secara ideal, tujuan komunikasi bisa menghasilkan kesepakatan-kesepakatan bersama terhadap ide atau pesan yang disampaikan.

Baca Juga :   Peran Orang Tua Mendidik Anak di Masa Pandemi

Fungsi komunikasi yaitu membangun konsep diri (establishing self concept), eksistensi diri (self existence), kelangsungan hidup (live continuity), memperoleh kebahagiaan (obtaining happiness), dan terhindar dari tekanan dan ketegangan (free from pressure and stress). Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam berkomunikasi tidaklah mudah harus dilakukan tiap saat.

Sebagai makhluk sosial komunikasi merupakan hal yang paling dekat dengan kita. Apa sebenarnya komunikasi itu? Komunikasi dapat kita artikan sebagai berbagai pikiran, informasi dan intelijen. Segala bentuk aktifitas yang dilakukan oleh seseorang dengan tujuan menyampaikan pesannya pada orang lain merupakan tujuan komunikasi.

Lalu jika pesan yang kita maksudkan tersebut tidak sesuai dengan penangkapan lawan bicara kita, terjadilah mis-komunikasi. Sebuah komunikasi yang efektif membutuhkan kejernihan pesan, kelengkapan pesan, ekspresi wajah, kontak mata, postur tubuh, dan penampilan fisik secara eksternal.

Di era modern ini mungkin nampak “tolol” melihat seseorang berusaha menciptakan kesadaran komunikasi. Banyak diantara kita memberi sedikit perhatian pada hal ini tetapi kenyataannya komunikasi ini terus berlangsung, tak peduli siapa anda, jika anda tidak bisa berkomunikasi dengan semestinya maka tak seorang pun akan mendengarkan Anda.

Baca Juga :   Etika dalam Percakapan, Berbicara Secara Efektif

Jadi, komunikasi merupakan sebuah aset penting sebagai tambahan untuk kepribadian Anda. Bagaimana membangun sebuah komunikasi efektif tersebut, caranya kontak mata. Hal yang pertama dilakukan seorang pembicara yang baik adalah menatap lawan bicara dan mengambil jeda untuk memulai sebuah pembicaraan.

Ini merupakan salah satu cara yang membantu untuk menciptakan kesan baik pada lawan bicara. Usahakan mempertahankan kontak mata sepanjang pembicaraan, agar lawan bicara anda tak merasa diabaikan. Ekspresi wajah merupakan cermin kepribadian individual. Ekspresi wajah mengungkapakan pikiran yang sedang melintas pada diri seseorang. Sebagai contoh sebuah senyum mengungkap ramah tamah dan kasih sayang.

Mengangkat alis merupakan ekspresi heran, mengernyitkan dahi meyampaikan ketakutan dan kegelisahan. Semua emosi dan berbagai macam tingkah manusia diekspresikan dalam emosi yang berbeda tergambar di wajah. Jadi saat melakukan komunikasi tunjukkan ekspresi bahwa Anda tertarik dengan bahan pembicaraan.

Baca Juga :   Menanamkan Sifat Jujur dalam Bekerja dan Kehidupan Sehari-hari

Postur tubuh atau gerak gerik di setiap berbicara harus dikoordinasikan dengan kekuatan meyakinkan diri Anda. Mereka bisa jadi semacam tambahan untuk cara efektif yang dapat ditangkap secara visual dari pada secara verbal. Misalnya menundukkan kepala menunjukkan penyelesaian pernyataan, Mengangkat kepala merupakan akhir pertanyaan, terlalu sering menggerakkan anggota tubuh menandakan sedang bergegas atau kebingungan.

Untuk itu perhatikan gerak gerik saat melakukan komunikasi dengan lawan bicara. Selera berbusana memiliki tugas penting dalam menimbulkan kesan. Orang yang berbusana sesuai dengan setruktur tubuh mereka nampak lebih menarik. Tips dasar membangun komunikasi yang efektif gunakan kalimat seefektif mungkin, jangan mengungkapkan pengulangan ide, jangan berbicara terlalu lambat, hindari gumaman yang terlalu sering, dan hindari humor yang tidak perlu.

Oleh: Basran S.Pd SD
Guru Kelas di SD Negeri Juku Eja

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.