PPKM Kembali Diperpanjang, Pemkot Banjarmasin Telah Siapkan Isoter

KabarKalimantan, Banjarmasin – Pemerintah pusat kembali memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di luar Jawa-Bali. Kebijakan itu berlaku mulai 7 September hingga 20 September 2021.

Tiga kabupaten kota di Kalsel yang akan menerapkan PPKM Level 4 yaitu, Kota Banjarmasin, Kota Banjabaru dan Kabupaten Kotabaru.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan persnya, kemarin.

Dengan diterapkannya kembali PPKM di Banjarmasin hingga 20 September mendatang, Pemkot Banjarmasin pun telah menyiapkan tempat isolasi terpusat (Isoter) bagi warga yang terpapar Covid-19.

“Kami hanya menampung warga yang rumahnya tidak layak untuk melaksanakan isolasi mandiri,” ujar Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Ibnu menyampaikan, warga Kota Banjarmasin yang terpapar Covid-19 diminta untuk tidak melakukan isolasi mandiri di rumah sendiri, jika rumahnya tidak memenuhi syarat. Diantaranya, rumah tersebut tidak ada ruangan khusus atau ruang terpisah dengan keluarganya yang belum terpapar.

Baca Juga :   Ratusan Pekerja Industri Kreatif Event Organizer Divaksin

Jika tidak memenuhi salah satu syarat itu, kata Ibnu, hendaknya mengikuti arahan pemerintah di tempat isolasi terpusat yang sudah disiapkan, yaitu Isoter di gedung Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin.

“Tempatnya bagus dan representatif,” katanya.

Dia menyebutkan, saat ini jumlah kamar yang disiapkan adalah 20 ruangan dengan jumlah tempat tidur 40 unit. Jumlah tempat tidur tersebut lanjutnya, bisa saja ditambah bila dikemudian hari terjadi peningkatan angka Covid-19.

“Jadi kita siapkan separuh dulu, bisa sampai 80 tempat tidur di sana nantinya,” beber Ibnu.

Baca Juga :   Pemprov Kalsel, Polda dan PT Pama Jalin Kerjasama Tangani Covid-19

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi menjamin bila masyarakat yang menjalani isolasi terpusat di kawasan tersebut tidak akan menyebabkan penularan ke lokasi lain.

Pasalnya, ucap dia, pasien yang masuk dan menjalani isolasi di kawasan tersebut diantar menggunakan mobil ambulans yang didalamnya menerapkan aturan protokol kesehatan ketat.

“Kita menjamin tidak akan terjadi penularan kalau di situ dijadikan isolasi terpusat, karena orang yang isoter ini kan dia diantar pakai ambulans, kemudian pakai masker sampai ke dalam,” katanya.

Selain itu, menurut Machli Riyadi, dari hasil evaluasi pihaknya setiap pekan, tiga indikator penentuan level mengalami penurunan.

Diantaranya kasus konfirmasi mingguan berada pada level 2, kasus perawatan mingguan level 3 dan BOR atau keterisian tempat tidur di Rumah Sakit kategori level 2.

Baca Juga :   Masyarakat Gang Warga Antusias Hadiri Pelaksanaan Haul Kubah Nagasari

“Semua dihitung berdasarkan per 100 ribu penduduk jadi Banjarmasin,” ucapnya.

Pihaknya pun selalu mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan Prokes dengan ketat. Diantaranya, menerapkan 5M, menggunakan masker, sering mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumuman dan mengurangi mobilitas.

“Tetap harus patuh Prokes,” ingatnya.

Adapun dari data laporan Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel (6/7), terjadi penambahan kasus Covid-19 sebanyak 9 orang di Banjarmasin. Hingga kini totalnya sebanyak 15.476 orang.

Untuk pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh di Kota Banjarmasin ada sebanyak 50 orang. Total yang sembuh hingga kini sebanyak 14.530 orang. Sementara yang dirawat berjumlah 452 orang dan meninggal dunia sudah sebanyak 494 orang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.