PTS di Banjarmasin Dilaksanakan, Lala Sarankan PTM Tunggu Level PPKM Turun

KabarKalimantan, Banjarmasin – Sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Banjarmasin tengah melaksanakan Penilaian Tengah Semester (PTS) dengan tatap muka. Kalangan wakil rakyat di DPRD Banjarmasin pun menginginkan Pembelajaran Tatap Muka dilaksanakan setelah level PPKM dinyatakan turun.

Saat ini, pemerintah pusat menetapkan PPKM Luar Jawa Bali resmi diperpanjang selama dua minggu ke depan. Mulai dari 21 September sampai 4 Oktober 2021, termasuk Banjarmasin dan Banjarbaru.

Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Noorlatifah menyampaikan, saat ini Banjarmasin masih berstatus level 4. Namun, data yang diterima dari Dinkes setempat, indikator penentuan level PPKM di Banjarmasin melandai dan keterisian tempat tidur di rumah sakit juga turun.

Baca Juga :   Banjarmasin Juara Umum MTQ ke XXXI

“Dari data yang disampaikan Dinkes, hanya ada dua tempat tidur yang terpakai,” ucap Lala sapaan akrabnya.

Melihat kondisi ini, Lala tetap menyarankan PTM di Banjarmasin dilaksanakan setelah PPKM turun level. Sesuai dengan aturan yang berlaku, PTM dapat dilaksanakan jika status PPKM turun ke level 3, 2 atau 1.

“Harus mengikuti aturan, kalau level 4 PTM dilaksanakan daring, kalau level 3 itu PTM bisa dilaksanakan terbatas. Tapi itu harus mendapat persetujuan orang tua juga, ikut PTM atau belajar dari rumah,” ujarnya.

Baca Juga :   Operasi Yustisi, Petugas Rapid Antigen Puluhan Pengunjung Cafe

Untuk PTS sambung Lala, sebaiknya juga mengikuti aturan yang sama dengan PTM. “Kalau PPKM level 4, PTS juga hendaknya lewat daring juga,” katanya.

Di sisi lain, politikus Golkar ini terus mengimbau kepada seluruh warga di Kota Seribu Sungai agar tetap melaksanakan Prokes ketat. Selalu menggunakan masker, sering mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, jaga jarak dan mengurangi mobilitas.

Baca Juga :   Awak Media Estonia dan Finlandia Terpesona Keindahan Alam Banua

“Semoga PPKM turun level, pandemi Covid-19 berakhir dan warga bisa melaksanakan kegiatan seperti sedia kala,” harapnya.

Terpisah, salah satu orang tua siswa di Banjarmasin, Santoso mengatakan, dirinya menginginkan PTM dilaksanakan dengan mengutamakan kesehatan siswa di sekolah.

Artinya, ujar Santoso, pihak sekolah harus menjaga agar siswanya tidak melanggar Prokes yang telah ditentukan. “Tempat cuci tangan itu harus disediakan banyak, masker juga tentunya. Utamakan kesehatan siswa itu yang utama,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.