Kendati Ada Pemangkasan Anggaran, Pemeliharaan Jalan Pasca Banjir Terus Dilakukan

KabarKalimantan, Martapura – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar berkomitmen untuk tetap melakukan pemeliharaan jalan meski anggaran untuk program rehabilitasi atau pemeliharaan jalan dan jembatan terus berkurang pasca rasionalisasi anggaran untuk penanggulangan Covid-19.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banjar Ahmad Solhan saat dikonfirmasi, Jum’at (24/9/2021) mengungkapkan, kerusakan jalan umum yang statusnya milik Kabupaten tentulah tidak bisa sepenuhnya dihindari. Selain kerusakan akibat beban angkutan yang melintas, faktor daerah Kabupaten Banjar sebagai wilayah langganan banjir juga menjadi salah satu faktor terbesar penyebab cepatnya terjadi kerusakan jalan.

Baca Juga :   Kemenkumham Kalsel Ingatkan Kewenangan PPNS

“Air adalah salah satu faktor yang sangat berpotensi besar penyebab kerusakan, apalagi saat ini sudah masuk musim penghujan. Curah hujan yang tinggi bisa semakin membuat kondisi jalan yang sudah rusak semakin rusak,” terangnya.

Solhan menambahkan, sejak terjadi pandemi pada awal tahun 2020 lalu, anggaran mereka terus merosot atau terjadi pemangkasan dan dialihkan untuk penanganan Covid-19. Padahal pada tahun 2018 lalu, total anggaran untuk program rehabilitasi atau pemeliharaan jalan dan jembatan sebesar Rp 38 miliar lebih ditambah Rp 1,5 miliar lebih anggaran untuk program tanggap darurat jalan dan jembatan.

Baca Juga :   Tak Punya Anggaran, Pemkab Banjar Serahkan Pembangunan Jembatan Gantung Tandipah ke Balai

“Meskipun anggaran kerja mengalami pemangkasan, namun kami tetap berkomitmen menjalankan tugas dan fungsi kami dengan baik dan benar,” terangnya.

Saat ini, ungkap Solhan, tahun ini pihaknya sudah mulai mendata jalan-jalan mana saja yang berpotensi mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh banjir dan sebagainya.

Baca Juga :   Saidan: Kemacetan Distribusi Air Bersih PDAM Intan Banjar di Tiga Kecamatan Harus Segera Diatasi!

“Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan inspeksi lapangan memetakan jalan-jalan mana saja yang biasa menjadi langganan banjir, seperti wilayah pesisir sungai ataupun wilayah perbatasan daerah,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Dinas PUPR Kabupaten Banjar juga sudah melakukan langkah antisipasi lain seperti normalisasi sungai dan saluran drainase. Sehingga, apabila masih terjadi banjir, maka bisa cepat menurunkan intensitas volume air yang menggenangi jalan.

Budi Setiawan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.